BACA JUGA:Patrick Kluivert Angkat Bicara Usai Gagal Bawa Timnas ke Piala Dunia 2026, Begini Kata-katanya
“Ini bagian dari tahapan relokasi PKL yang diresmikan bersamaan dengan car free day di Jl Haji Abas pada Minggu pagi, 12 Oktober 2025," jelasnya.
Sementara itu, Camat Weru Hevazi Aldahary mengatakan Kawasan Wisata Kuliner Katon merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan kawasan yang aman, tertib, dan produktif.
“Setiap malam kami bersama Forkopimcam, Dishub, Polsek, dan Pemerintah Desa rutin melakukan monitoring serta rapat koordinasi untuk merumuskan langkah-langkah pengembangan KATON, termasuk persiapan peresmian PA RW," tuturnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Cirebon, serta seluruh pihak yang telah mendukung terbentuknya kawasan wisata kuliner tersebut.
"Harapan kami, KATON dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar," imbuhnya.
Pasca relokasi, omzet para pedagang pun meningkat signifikan, terutama pada akhir pekan.
”Setelah relokasi dari Jl Syekh Dzatul Kahfi ke Jl Haji Abas para pedagang kaki lima apalagi pada hari libur Sabtu dan Minggu pengunjung lebih ramai berdatangan," ucapnya.
Sementara itu salah satu pedagang tahu gejrot, Amar Ridwan, mengaku omzetnya meningkat dari sebelumnya.
“Saya sebagai warga Cirebon mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Cirebon atas fasilitas dagang di Kawasan Haji Abas. Harapannya terus berkembang dan pengunjung semakin ramai lagi," ujar Amar.