Tidak hanya sepak bola, tapi bisa dikembangkan menjadi pusat kegiatan seluruh cabang olahraga.
“Animo masyarakat untuk berolahraga di GOR Watubelah sangat tinggi. Kami ingin GOR ini menjadi pusat pengembangan olahraga di Kabupaten Cirebon,” tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Cirebon H Agus Kurniawan Budiman menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dispora Provinsi Jawa Barat terkait kebutuhan anggaran untuk penyelesaian pembangunan GOR Watubelah.
Diakui pria yang akrab disapa Jigus itu, pihaknya sudah bertemu dengan Kadispora Provinsi Jawa Barat untuk membahas pengajuan anggaran penyelesaian pembangunan GOR Watubelah.
BACA JUGA:Pembagian Sertifikat Tanah di Desa Astanajapura, Warga Sambut Antusias
“Sejumlah hal telah didiskusikan dengan Dispora Provinsi Jabar mengenai kelanjutan proyek pembangunan fasilitas olahraga itu,” ujar Jigus.
Namun, katanya, peluang untuk mendapatkan persetujuan penuh sesuai usulan Rp350 miliar cukup kecil.
“Kadispora Provinsi menyampaikan bahwa mereka juga terkena kebijakan efisiensi anggaran dari Pak Gubernur, sehingga sulit jika harus menyetujui seluruh pengajuan kita,” jelasnya.
Sebagai informasi, pembangunan Stadion Watubelah hingga kini telah memakan waktu 13 tahun.
BACA JUGA:BUMDes Japura Bhakti Budidaya Bawang dan Melon untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Saat periode pembangunannya, berbarengan dengan Stadion Pakansari yang berada di Kabupaten Bogor.
Namun ketika itu, Stadion Pakansari hanya mengalami renovasi dan dapat selesai di tahun 2015.
Meski berbarengan, namun nasib kedua stadion tersebut begitu berbeda. Stadion Pakansari seringkali dipakai untuk laga penting tim nasional kelompok umur dan markas klub.
Sedangkan Stadion Watubelah hingga kini masih belum jelas kapan dapat diselesaikan dan digunakan untuk pertandingan sepakbola, maupun pusat kegiatan olahraga masyarakat.