INDRAMAYU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu memang belum menetapkan nama-nama calon anggota DPRD Indramayu terpilih. Meskipun demikian, dari hasil penghitungan suara masing-masing parpol dan caleg maka sudah bisa diprediksi nama-nama yang akan duduk sebagai wakil rakyat. Dari komposisi 50 anggota DPRD Indramayu 2014-2019, sepertinya jumlah anggota dewan perempuan masih kurang dari sepertiganya atau hanya 12 orang saja atau sekitar 25%. Partai Golkar mendominasi dengan 10 anggota dewan perempuan, dan dua lainnya masing-mamsing berasal dari PDI Perjuangan dan Gerindra. Dari Partai Golkar, caleg perempuan yang diprediksi akan duduk di DPRD adalah Hj Cuengsih, Asniyah, Yayah Juhriyah, Uu Sukarsih Suin, Kursiah, Hj Siti Nurlaela, Darinah, Siti Aminah, Wardah, dan Hj Siti Ubaedah. Sementara dari PDIP adalah Liyana, dan Iis Naeni dari Gerindra. Sementara untuk periode 2009-2014, anggota dewan perempuan terdiri dari Cuengsih, Hj Cholidah, Asniyah, Nurhayati, Uu Sukarsih, Emi Jumiarsih, dan Siti Ubaedah (Golkar), Liyana (PDIP), Rofiqoh, Trisnoningsih (Demokrat). Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Kabupaten Indramayu, Wini Darwinih mengatakan, meskipun keterwakilan perempuan di DPRD Indramayu hanya sekitar 25% namun diharapkan mereka mampu berperan dalam menyuarakan aspirasi rakyat khususnya perempuan. Diantaranya pemenuhan hak dasar seperti kesehatan dan pendidikan bagi perempuan. Selain itu, anggota dewan perempuan juga diminta ikut melakukan upaya penghentian segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. KPI juga mendesak agar anggota DPRD terpilih bisa menyelesaikan rancangan peraturan daerah (raperda) perlindungan tindak kekerasan terhadap perempuan anak, yang sudah disusun oleh anggota dewan lama. Hal itu sangat penting agar angka kekerasan terhadap perempuan, seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pemerkosaan, pelecehan seksual, perdagangan perempuan dan anak di Indramayu bisa menurun. Wini juga berharap agar dalam menyusun kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan daerah agar mempertimbangkan kebutuhan dan kepentingan perempuan. “Pada intinya kami berharap agar keterwakilan perempuan di DPRD mampu menyuarakan aspirasi perempuan, dan jangan mau hanya dijadikan boneka yang cuma duduk manis dan mau dibawa kemana saja,” tandasnya. (oet)
Legislator Perempuan hanya 25%
Jumat 09-05-2014,11:57 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 28-09-2026,09:49 WIB
Panduan Membeli Suzuki Ertiga Bekas: Rekomendasi Tahun Terbaik dan Nilai Investasinya
Senin 28-09-2026,10:01 WIB
Tragis! Pelajar SMKN 2 Cirebon Meninggal, Motor Terperosok Lubang
Senin 28-09-2026,04:00 WIB
8 Tanaman Hias Indoor Penyerap Polusi, Mudah Dirawat dan Bantu Bikin Udara Rumah Lebih Segar
Senin 28-09-2026,11:31 WIB
Anniversary Bima Putra Cup III: Ajang Pembinaan dan Uji Mental Talenta Muda Sepak Bola
Minggu 27-09-2026,21:25 WIB
Tanaman Minimalis Hias Paling Cantik untuk Rumah Modern, Nomor 3 Bisa Jadi Dekorasi Utama
Terkini
Senin 28-09-2026,20:00 WIB
5,4 Juta Pekerja Informal Jabar Bakal Dapat BPJS Ketenagakerjaan, Ini Manfaatnya
Senin 28-09-2026,19:30 WIB
Kemenkes Ungkap Positivity Rate Influenza Capai 56 Persen, Ini Kondisi Terbarunya
Senin 28-09-2026,19:00 WIB
5 Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan Usai Sidak Ombudsman, Ini Daftar dan Temuannya
Senin 28-09-2026,18:30 WIB
Kisah Haru PMI Cirebon: Terpisah 35 Tahun, Jaeni Akhirnya Berkomunikasi Lagi dengan Keluarga
Senin 28-09-2026,18:00 WIB