Kronologi Dugaan Pelecehan Anak oleh Driver Taksi Online di Cirebon

Selasa 06-01-2026,14:27 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Tatang Rusmanta

Mendengar kabar tersebut, pihak keluarga langsung mendatangi Polres Cirebon Kota untuk meminta pendampingan hukum.

Menurut penuturan korban kepada keluarga, dugaan pelecehan bermula ketika kendaraan yang ditumpanginya berhenti di beberapa titik. 

Pelaku diduga melakukan tindakan yang membuat korban merasa tidak aman dan tertekan. 

Korban juga mengaku sempat diajak ke tempat lain dengan berbagai alasan, namun menolak karena merasa takut.

BACA JUGA:5 Tanaman Hias Indoor Ini Bisa Bikin Pikiran Tenang, Nomor 3 Favorit Banyak Orang

“Ponakan saya tangannya dipegang dan ditarik paksa. Lalu, pelaku mencium pipi dan bibir keponakan saya saat kendaraan berhenti di wilayah Kalijaga,” tutur Indra. 

“Tidak sampai di situ saja, tangan pelaku masuk ke dalam baju keponakan saya dan meremas payudaranya. Setelah itu, driver tidak langsung mengantar ke rumah saya, malah memutar lewat jalan kaki biasa, lewat Terminal,” imbuhnya.

Menurut Indra, pelaku juga diduga sempat berhenti lagi dan mengajak korban ke rumahnya dengan berbagai alasan.

“Pelaku mengatakan rumahnya kosong, istrinya sudah meninggal, dan mengajak ke sana dengan kalimat yang sangat tidak pantas. Ponakan saya menolak karena takut,” jelasnya.

“Korban merasa sangat terancam dan ketakutan. Ia hanya ingin segera diantar pulang,” tambah Indra, lagi.

Situasi semakin membuat korban tertekan ketika pelaku disebut sempat meminta nomor kontak pribadi korban. Karena masih di bawah umur dan dalam kondisi takut, korban akhirnya menuruti permintaan tersebut.

Setelah perjalanan berakhir, korban tidak langsung diantar hingga depan rumah, sehingga harus berjalan kaki dalam kondisi hujan dan banjir untuk sampai ke rumah keluarganya. 

Pihak keluarga menilai kasus ini sangat serius dan berpotensi membahayakan anak-anak lainnya. Mereka berharap kepolisian segera mengamankan terduga pelaku dan melakukan penyelidikan mendalam.

“Kami khawatir ini bukan korban pertama. Modusnya sangat berbahaya, apalagi korbannya anak di bawah umur,” tegas Indra.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Aparat diharapkan dapat bertindak cepat guna memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang kerap menggunakan transportasi online untuk beraktivitas sehari-hari.

Kategori :