Menurutnya, masyarakat hanya ingin berharap agar kondisi alam kembali lebih bersahabat dan desa mereka bisa bertahan untuk generasi mendatang.
Bahkan, belum lama ini pemerintah desa bersama masyarakat juga melakukan ziarah sebagai bentuk doa bersama.
Harapan utama warga, kata Sunaji, adalah agar pemerintah segera merealisasikan pembangunan tanggul laut atau infrastruktur penahan rob yang lebih kuat.
“Mereka berharap ada tanggul laut supaya penderitaan warga bisa berkurang. Keinginan mereka sederhana, anak cucu mereka masih bisa melihat Desa Ambulu tetap ada dan tidak hilang ditelan laut,” lanjutnya.
Ritual dan doa tersebut menjadi simbol harapan terakhir warga di tengah keterbatasan upaya teknis yang ada saat ini.
Hingga bantuan nyata datang, kekuatan spiritual menjadi sandaran utama untuk tetap bertahan di tanah yang terus tergerus air pasang.
Warga Desa Ambulu pun masih menantikan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat, terutama dalam bentuk penanganan struktural seperti pembangunan tanggul laut dan sistem pengendalian rob yang memadai.
Sebelum upaya itu terwujud, doa dan ritual menjadi penopang harapan agar kehidupan di pesisir Ambulu tidak benar-benar tenggelam bersama naiknya permukaan laut. (*)