“Kami ikut zoom meeting bersama kementerian dan DKP3 langsung dari RW 9. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus mengembangkan KWT dan KPLH di wilayah lain,” ucapnya.
Saat ini, lanjut dia, keberadaan KWT dan KPLH memang belum merata. Di Kelurahan Jagasatru, dari 10 RW baru sekitar 4 RW yang aktif. Di Pulasaren, 3 dari 8 RW telah bergerak.
"Sementara di Kelurahan Pekalangan, kegiatan serupa masih terbatas akibat minimnya lahan."
"Di wilayah Pekalipan sendiri, tercatat sekitar 3 KWT dan KPLH yang aktif berjalan," paparnya.
Meski begitu, Gandi optimistis target ke depan, setiap RW minimal memiliki satu KPLH sebagai upaya berkelanjutan memperkuat ketahanan pangan sekaligus kepedulian lingkungan di kawasan perkotaan padat penduduk.
“Insya Allah akan terus kita dorong. Minimal satu RW satu KPLH,” pungkasnya. (rdh)