RADARCIREBON.COM – Atresia bilier menjadi salah satu penyakit langka dan berbahaya yang dapat menyerang bayi sejak lahir.
Penyakit ini terjadi ketika saluran empedu tidak terbentuk secara normal atau mengalami penyumbatan, sehingga empedu tidak dapat mengalir dari hati ke usus.
Akibatnya, empedu menumpuk dan perlahan merusak jaringan hati, yang jika tidak segera ditangani dapat berujung pada gagal hati dan mengancam nyawa.
Kondisi inilah yang tengah dialami oleh Fawwas Rosdiana, bayi berusia 8 bulan asal Desa Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon.
Sejak lahir, Fawwas telah didiagnosis menderita atresia bilier, kelainan bawaan yang sangat jarang terjadi. Seiring bertambahnya usia, kondisi kesehatannya justru semakin mengkhawatirkan.
Salah satu dampak paling nyata yang dialami Fawwas adalah pembengkakan perut yang terus membesar.
Saat ini, lingkar perutnya telah mencapai sekitar 58 sentimeter, jauh dari ukuran normal bayi seusianya.
Kondisi tersebut membuat Fawwas kerap menangis kesakitan dan mengalami ketidaknyamanan hampir setiap hari.
BACA JUGA:Tabel Cicilan KUR BRI 2026 Terbaru: Pinjaman Rp10–100 Juta, Bunga 6 Persen, Tenor hingga 60 Bulan
Fawwas merupakan anak kedua yang terlahir kembar dari pasangan Viantika dan Asep Rosdiana.
Sang ayah bekerja sebagai sopir di sebuah pabrik, sementara sang ibu sepenuhnya mendampingi buah hatinya menjalani proses pengobatan yang panjang dan melelahkan.
Di tengah keterbatasan ekonomi, keduanya harus berjuang keras demi keselamatan nyawa sang anak.
Dalam beberapa bulan terakhir, Fawwas telah menjalani dua kali operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
BACA JUGA:UMC Gandeng UEF Vietnam, Buka Akses Pertukaran Mahasiswa dan Riset Global