Jalan Rusak Merebak di Kota Cirebon, DPUTR Diminta Bergerak Cepat

Sabtu 31-01-2026,13:35 WIB
Reporter : Ade Gustiana
Editor : Leni Indarti Hasyim

Warga mengaku resah. Ilham, 34 tahun, pengendara sepeda motor yang hampir setiap hari melintas Jalan Rajawali Raya mengatakan kondisi jalan kini sulit diprediksi. “Hari ini masih aman, besok bisa sudah bolong. Kalau hujan, lubangnya nggak kelihatan sama sekali. Pernah hampir jatuh karena roda depan masuk lubang. Ya kalau bisa dinas yang ngurus beginian rutin turun, ngecek, diperbaiki sebelum ada korban,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Keluhan juga datang dari Siti Aminah, warga di sekitar Jalan Dr Cipto Mangunkusumo. Ia menyebut jalan bergelombang menyulitkan aktivitas harian. “Kalau bawa anak naik motor rasanya waswas. Tambalannya beda-beda, jalannya naik turun. Kalau hujan, air ngumpul, makin rusak.

Kalau bisa sih ada perbaikan ya. Hujan begini harus sering dicek, supaya ditambal atau diapain gitu. Khawatirnya pas lagi bawa motor tiba-tiba masuk lubang karena gak kelihatan,” kata perempuan 41 tahun tersebut.

Menurutnya, kondisi jalan sudah menyentuh aspek keselamatan, bukan sekadar kenyamanan. Masalah jalan rusak ini bukan hal baru. Namun setiap musim hujan, persoalan yang sama selalu muncul kembali. Jalan rusak diperbaiki sementara. Hujan datang. Rusak lagi.

BACA JUGA:IMDI 2025 Naik, Inilah Peta Kekuatan dan Tantangan Digital di Kabupaten Cirebon

Pola itu terus berulang. Warga berharap pemerintah kota lebih sigap, melakukan patroli rutin untuk mendeteksi kerusakan sejak dini sebelum lubang semakin besar dan memakan korban.

Sementara itu, Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) mengakui kondisi tersebut. Kepala DPUTR Kota Cirebon, Rachman Hidayat, menyebut curah hujan tinggi belakangan ini berdampak langsung pada munculnya kembali kerusakan jalan di sejumlah titik.

Ia mengatakan, saat ini DPUTR telah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pendataan ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kota. Data tersebut menjadi dasar penentuan prioritas penanganan.

“Saat ini kami telah menurunkan tim untuk melakukan pendataan ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kota,” ujar Rachman, Kamis (29/1/2026).

BACA JUGA:Jelang Ramadan 1447 H, Kemenag Resmikan Aturan Baru Sidang Isbat Nasional

Rachman menjelaskan, pekerjaan pemeliharaan jalan pada awal tahun belum dapat langsung dilakukan pada Januari. Proses pendataan dan administrasi masih berjalan. Namun setelah seluruh data rampung, perbaikan ditargetkan mulai dilaksanakan pada awal Februari.

Ia juga mengungkapkan adanya keterbatasan anggaran pemeliharaan jalan tahun ini akibat kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada sektor infrastruktur. Meski begitu, dana yang tersedia akan dioptimalkan untuk menangani titik-titik yang dianggap paling berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan. (ade)

Kategori :