Oleh karena itu, penyesuaian teknis seperti perubahan jadwal perlu dilakukan secara adil dan tetap menjaga integritas kompetisi.
Dari pihak Persib, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyambut baik keputusan tersebut.
Ia menilai langkah ILeague mencerminkan komunikasi yang sehat serta visi jangka panjang untuk kemajuan sepak bola Indonesia.
Adhitia menegaskan bahwa perubahan jadwal ini bukan semata-mata soal teknis, melainkan bentuk dukungan konkret terhadap perjuangan klub Indonesia di kompetisi Asia.
Ia juga menilai kolaborasi antarpihak sebagai fondasi penting dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang lebih kompetitif.
Selain laga melawan Borneo FC, ILeague juga menyiapkan skema penyesuaian lanjutan apabila Persib berhasil melaju hingga babak perempat final ACL 2.
Opsi tersebut mencakup potensi perubahan jadwal pertandingan melawan Persebaya Surabaya dan Persik Kediri pada periode Maret hingga April 2026.
Namun, apabila langkah Persib terhenti di babak 16 Besar, maka jadwal pertandingan mulai pekan ke-24 dan seterusnya akan kembali mengikuti kalender kompetisi yang telah ditetapkan sebelumnya.