CIREBON, RADARCIREBON.COM -Dalam rangka menumbuhkan jiwa leadership diantara siswa, SD Negeri Larangan 1 dilatih untuk mengelola organisasi siswa intra sekolah (Osis), Sabtu (14/2/2026) dilakukan pelantikan pengurus Osis.
Kepala SDN Larangan 1 Kota Cirebon, Sunardi mengatakan alhamdulillah pada pagi hari ini kita akan mencoba melakukan pelantikan pengurus Osis, kegiatan pelantikan Pengurus Osis ini terkait pergantian ketua dan jajarannya Osis sebelumnya.
Pelantikan pengurus ini, kata Sunardi menandai pergantian kepengurus dari sebelumnya dijabat oleh Muhammad Altaf Bajri Nugraha ke Zharufa Thafana
Sunardi menerangkan, ada yang istimewa dari pelantikan ketua Osis, karena yang dilantik saat ini adalah perempuan, Zharufa terpilih menjadi ketua Osis setelah berhasil mengalahkan Muhammad Hisyam Supeno, selama proses pemilihan ketua Osis keduanya sebenarnya sama-sama kuat.
BACA JUGA:Yamaha YZF-R3/R25 Produksi Yamaha Indonesia, Raih Penghargaan Internasional Prestisius di Jepang
Tapi karena kita kemudian polling dari guru, kelihatannya memang jatuhnya ke Zharufa . Ketika kita mencoba, meminta keduanya untuk membuat tulisan Gerakan Sekolah Menulis Buku.
Tapi belakangan Hisyam kelihatannya keteteran , Hanya Zharufa yang mengumpulkan. Nah itu, jadi literasinya kita coba uji, sehingga walaupun yang lain juga ada plus-minus, tapi memang yang agak menonjol itu Zharufa setelah polling.
“Memang ini demokrasi, kalau di tingkat siswa sih kelihatannya Hisyam tuh menonjol, populis lah. Tapi ketika ini kita coba olah dan kita dekati secara japri dengan guru, condongnya ke perempuan itu. Walaupun biasa ada yang "arrijalu qowwamuna 'alan nisa", cowok (harus memimpin), tapi ya gitulah,” kata Sunardi.
Pelantikan pengurus Osis ini, kata Sunardi, sebenarnya agenda rutin tahunan , dan organisiasi Osis ini memang sifatnya pengenalan, paling tidak orientasi sehingga nanti ketika di SMP tidak kaget lah.
BACA JUGA:Yamaha ‘School of Skena’: Dekatkan Fazzio Hybrid dengan Generasi Muda Sukabumi
“memang sih kurang lazim ya kalau secara kultur (OSIS di tingkat SD),” terangnya
Tapi kalau kita merujuk kepada pendidikan dasar, kata Sunardi, SD juga pendidikan dasar, SMP juga masih pendidikan dasar. Pendidikan Menengah kan baru SMA, pendas (pendidikan dasar) lah istilahnya.
Masih nyambung, makanya ketika kita konsul dengan pengawas, disampaikan enggak apa-apa kalau diadakan, makanya kita coba kultur itu dibudayakan di SDN Larangan 1 Arangan 1 ini. (abd)