RADARCIREBON.COM - Tahun Kuda Api membawa harapan sekaligus kewaspadaan bagi sebagian masyarakat Tionghoa. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perhitungan Shio dan Feng Shui kembali menjadi perhatian, terutama bagi mereka yang dipercaya sedang berada dalam kondisi kurang beruntung atau xiong.
Di Kelenteng Boen Tek Bio, umat yang merasa peruntungannya kurang baik biasanya melakukan sembahyang kias. Dalam tradisi Tionghoa, kias dimaknai sebagai doa untuk menetralisir energi negatif sekaligus memohon perlindungan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan sepanjang tahun. Sederhananya, ini adalah bentuk ikhtiar spiritual untuk menolak bala.
Setiap shio yang dianjurkan melakukan kias memiliki altar tujuan dan jenis persembahan yang berbeda. Makanan yang dibawa bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian dari simbol doa dan harapan.
Tahun ini, Shio Kuda disebut menghadapi cukup banyak tantangan. Hambatan bisa datang dari berbagai arah, bahkan dalam bentuk hal-hal kecil yang tak terduga. Pemilik Shio Kuda dapat bersembahyang di Altar Thay Shui Seng Kun dengan membawa buah, kue mangkuk, dan teliau.
BACA JUGA:Awal Puasa 2026 Ditentukan 17 Februari, Kemenag Pantau Hilal di 96 Titik
Shio Tikus juga diminta lebih berhati-hati, terutama dalam mengelola keuangan dan emosi. Potensi kerugian dinilai cukup besar jika tidak disikapi dengan bijak. Sembahyang dilakukan di Altar Suei Pho Seng Kun dengan persembahan yang sama seperti Shio Kuda.
Berbeda dengan Shio Anjing. Tahun ini diperkirakan perjalanan usaha maupun pekerjaan tidak selalu berjalan mulus. Untuk memohon kelancaran, mereka dapat melakukan kias di Altar Peh Houw dengan membawa samcian, telur mentah, kacang hijau, dan tahu.
Pemilik Shio Macan diingatkan agar lebih disiplin dan berhati-hati dalam bertindak. Kesalahan kecil berisiko berkembang menjadi persoalan hukum. Persembahan yang dibawa ke Altar Ngo Kwie berupa buah, kue makuk merah, telur mentah, tahu, serta daun teh.
Shio Monyet diprediksi mengalami cukup banyak rintangan sepanjang tahun dan disarankan menjaga kondisi kesehatan. Aktivitas seperti terlalu sering menjenguk orang sakit atau melayat sebaiknya dikurangi. Sembahyang dilakukan di Altar Thian Kao dengan jenis persembahan yang serupa dengan Shio Macan.
BACA JUGA:Tak Boleh Tolak Pasien JKN Nonaktif, Rinna Suryanti: Nyawa Tak Bisa Dikalahkan Administrasi
Untuk waktunya, beberapa shio dapat mulai melakukan kias mulai 21 Februari, sementara Shio Anjing dimulai pada 5 Maret.
Meski ramalan telah disampaikan, banyak umat tetap meyakini bahwa doa, usaha, dan sikap bijak dalam menjalani hidup tetap menjadi penentu utama. Tradisi kias pun menjadi pengingat bahwa setiap orang selalu punya cara untuk memohon perlindungan dan harapan yang lebih baik di tahun yang baru.
“Artikel ini ditulis oleh Siti Salwa Maharani mahasiswa komunikasi penyiaran islm UINSSC yang sedang magang/PPL di Radar cirebon.”