Diamond Management Buka Jalan Penari Cilik ke Jakarta

Rabu 18-02-2026,09:08 WIB
Reporter : Ade Gustiana
Editor : Leni Indarti Hasyim

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Lomba Tari Topeng Samba dan Kelana digelar dua hari, 16–17 Februari 2026, di Pendopo Bupati Cirebon, Kota Cirebon.

Sebanyak 115 peserta dari jenjang TK hingga SMA mengikuti ajang seleksi wakil daerah menuju kompetisi nasional di Jakarta.

Suasana pendopo padat sejak pagi. Iringan gamelan bergema. Kostum warna cerah memenuhi area panggung. Orang tua berkerumun di pelataran pendopo.

Kamera ponsel terus merekam. Anak-anak bergantian tampil. Wajah mereka serius. Gerak tubuh tegas. Panggung terasa hidup.

BACA JUGA:Wabup Kuningan Dorong Kopdes dan Bumdes Dilibatkan dalam Program MBG, Begini Tujuannya

Kegiatan ini diselenggarakan Diamond Management sebagai ajang lomba sekaligus audisi pencarian Duta Tari Topeng 2026. Hari pertama menampilkan kategori Samba dengan sekitar 35 peserta. Hari kedua kategori Kelana diikuti sekitar 80 peserta. Total keseluruhan mencapai sekitar 115 penari.

Owner Diamond Management, Kak Poepoen, menjelaskan bahwa pemenang lomba tingkat daerah akan mendapat piala dan sertifikat dari Bupati Cirebon Imron Rosyadi.

Mereka juga berhak melaju ke tingkat nasional. Ajang nasional dijadwalkan berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah pada 25–26 April 2026.

Tujuan kegiatan ini bukan sekadar kompetisi. "Fokus utama adalah pelestarian budaya. Khususnya Tari Topeng Cirebon dan Indramayu," ujar Kak Poepoen kepada Radar Cirebon di sela acara. Ajang ini juga menjadi ruang pembinaan bakat sejak usia dini. Anak-anak diarahkan melihat tari sebagai prestasi. Bukan hanya hobi.

BACA JUGA:Jalan Cipto Cirebon Akhirnya Ditambal, Warga Harap Perbaikan Total Segera Dilakukan

Di meja juri, penilaian dilakukan ketat. Juri Rizal Sayjulfianur menjelaskan indikator utama. Dasarnya tetap teknik tari. Wiraga, wirasa, wirama. Namun karena lomba khusus tari topeng, ada tambahan penilaian. Yakni karakter tokoh, pembawaan peran, dan kesesuaian gaya wanda.

Penilaian juga mempertimbangkan ragam gaya daerah. Juri Tri Novita melihat kekayaan variasi tari topeng sangat besar. Banyak gaya muncul di panggung.

Mulai gaya Selangit, Palimanan, Gegesik, Losari, hingga variasi lain. Ia menyimpulkan peserta tampil membanggakan dan menunjukkan identitas kuat.

Sorotan khusus datang dari kategori usia dini. Juri Morina Wahyuning Retno Sari menilai penampilan peserta TK mengejutkan. Teknik tari topeng tergolong rumit. Tetapi anak-anak mampu membawakan karakter Kelana dengan baik. Ia menegaskan kemampuan mereka melampaui perkiraan.

BACA JUGA:Arab Saudi Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Hari Ini, Berikut Daftar Negara yang Ikut

Sepanjang lomba, panggung tidak pernah sepi. Setiap penampil membawa karakter berbeda. Ada yang halus. Ada yang tegas. Ada yang enerjik. Semua berusaha tampil maksimal. Semua mengejar tiket nasional.

Penyelenggara menargetkan ajang ini menjadi agenda pembinaan berkelanjutan. Dari panggung daerah menuju panggung nasional. Bahkan diarahkan menembus panggung internasional.

Regenerasi penari topeng pun diharapkan terus berjalan. Tradisi tetap hidup. Seni tetap tumbuh. Budaya tetap terjaga. (ade)

Kategori :