CIREBON, RADARCIREBON.COM - PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Maret 2026.
Kenaikan ini berlaku untuk sejumlah produk unggulan seperti Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), Pertamax Green 95 (RON 95), Dexlite (CN 51), hingga Pertamina Dex (CN 53).
Penyesuaian harga ini diumumkan melalui situs resmi Pertamina dan merupakan bagian dari implementasi Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang mengatur formula harga dasar BBM umum.
BACA JUGA:BBM Nonsubsidi Turun Serentak, Ini Daftar Lengkap Harga Terbaru Pertamina per 1 Februari 2026
Kebijakan tersebut merupakan perubahan atas Kepmen ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bensin dan solar yang disalurkan melalui SPBU.
Sebagai gambaran, di DKI Jakarta harga Pertamax kini naik dari Rp 11.800 menjadi Rp 12.300 per liter. Artinya, ada kenaikan Rp 500 per liter.
Tak hanya itu, Pertamax Turbo juga naik dari Rp 12.700 menjadi Rp 13.100 per liter. Sementara Pertamax Green 95 kini dibanderol Rp 12.900 per liter dari sebelumnya Rp 12.450.
Untuk jenis solar nonsubsidi, Dexlite mengalami kenaikan cukup signifikan dari Rp 13.250 menjadi Rp 14.200 per liter.
Sedangkan Pertamina Dex naik dari Rp 13.500 menjadi Rp 14.500 per liter.
Kenaikan ini berlaku serentak di seluruh SPBU Pertamina dengan penyesuaian harga berbeda di tiap wilayah.
Di tengah kenaikan BBM nonsubsidi, masyarakat masih bisa bernapas lega karena harga BBM subsidi tidak berubah.
BACA JUGA:Pertamina Pasang PRESSMON BALI, Pipa BBM Balongan–Jakarta Kini Dipantau Real Time
Harga Pertalite tetap Rp 10.000 per liter di seluruh Indonesia. Begitu pula solar subsidi yang masih berada di angka Rp 6.800 per liter.
Langkah ini dinilai tetap menjaga daya beli masyarakat kecil yang masih bergantung pada BBM subsidi untuk aktivitas harian.
Berikut rincian harga terbaru di sejumlah wilayah Indonesia: