CIREBON, RADARCIREBON.COM - Momen arus mudik-balik Lebaran 2026 tinggal menghitung pekan, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dipastikan masih dalam kondisi aman.
Hal tersebut diungkapkan Anggota DPR RI Komisi VI sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, H Herman Khaeron ditemui RadarCirebon.Com usai menghadiri buka puasa bersama wartawan Cirebon, Minggu (8/3/2026).
Menurut politisi yang akrab disapa Kang Hero ini, hasil evaluasi terakhir bersama sejumlah pihak terkait, termasuk Pertamina, PLN, serta sektor moda transportasi darat terkait kesiapan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat Idulfitri menunjukkan stok BBM nasional masih cukup untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama periode mudik dan arus balik.
“Tadi kami baru saja melakukan evaluasi dengan Pertamina, PLN dan kemudian moda angkutan darat terkait dengan kesiapan arus mudik dan arus balik,” ujarnya.
BACA JUGA:5 Motor Listrik Harga di Bawah Rp15 Juta: Murah, Hemat, Cocok untuk Harian
Kang Hero menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi tersebut, ketersediaan BBM nasional saat ini masih dalam batas aman.
“Sampai evaluasi kemarin, untuk arus mudik dan arus balik, ketersediaan BBM, baik dari sisi ketersediaan maupun keterjangkauan siap dan masih cukup untuk 21 hari kerja. Jadi masih cukup untuk 21 hari, dan itu terus ditambah sejalan dengan tingkat kebutuhan yang tentu sangat dibutuhkan, baik nanti saat mudik maupun saat balik,”jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, H Herman Khaeron mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar selama masa mudik Lebaran.
“Oleh karenanya, kita tetap tenang. Meski situasi global saat ini turut memberi tekanan terhadap harga energi dunia. Salah satunya dipicu oleh memanasnya kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk penutupan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia. Dengan kenaikan harga internasional yang saat ini terjadi akibat penutupan Selat Hormuz dan terjadinya perang di sekitar Teluk yang merupakan sumber crude oil, pemerintah tentu memiliki cara dan strategi,”ucapnya.
BACA JUGA:5 Motor Listrik Fast Charging Terbaik 2026, Cas Super Cepat dan Jarak Tempuhnya Bikin Tergoda
Kang Hero menilai Indonesia sebenarnya pernah menghadapi situasi serupa di masa lalu, yakni saat harga minyak dunia melonjak pada era pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
“Persoalan ini pernah terjadi di tahun sebelumnya, di era Pak SBY. Bahkan dulu harga minyak internasional melonjak sangat tinggi, kemudian pemerintah menaikkan harga BBM dengan tetap memberikan social safety net dan stimulus ekonomi kepada kalangan tertentu,”tuturnya.
Herman Khaeron menerangkan, kebijakan tersebut terbukti mampu menjaga ketahanan ekonomi masyarakat, meskipun kenaikan harga BBM sempat berdampak terhadap berbagai sektor.
“Kita tahu Pak SBY bisa menurunkan tingkat kemiskinan sampai 9 persen. Artinya ini sebuah hal yang harus dikelola dengan baik. Saya yakin pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi tekanan global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di dalam negeri. Pak Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia memiliki strategi dan cara, dan sudah dibicarakan dengan para menterinya bagaimana menghadapi situasi saat ini,” terangnya.
BACA JUGA:Yamaha Hadirkan Layanan Siaga dan Promo Menarik Sambut Libur Lebaran 2026
H Herman Khaeron menambahkan, pemerintah kemungkinan akan tetap menjaga harga BBM subsidi agar tidak membebani masyarakat, meskipun ada potensi kenaikan pada jenis BBM yang mengikuti harga pasar.
“Saya yakin tidak ada kenaikan harga sampai nanti Hari Raya Idulfitri, kecuali yang floating price. Tetapi bagi yang subsidi, pemerintah harus menambah subsidi,”tandasnya.
Masih kata Kang Hero, kebijakan kompensasi juga dapat menjadi salah satu opsi agar lonjakan harga energi tidak melampaui kemampuan daya beli masyarakat.
“Saya meyakini Pak Prabowo memiliki strategi dan cara mengelola situasi saat ini, sehingga masyarakat dari sisi daya beli tidak kerepotan mengakses bahan bakar. BBM selalu tersedia dan terjangkau, sementara APBN kita tetap tangguh menghadapi situasi global saat ini,”pungkasnya. (rdh)
BACA JUGA:FIFA Series Maret 2026: Jay Idzes hingga Emil Audero Terancam Absen Bela Garuda