CIREBON, RADARCIREBON.COM – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Cirebon menggelar rapat persiapan pelaksanaan sholat idul fitri, Kamis (12/3/2026) di aula Kementrian Agama Kota Cirebon.
Hadir langsung kepala Kemenag Kota Cirebon Riana Anomsari, Asisten pemerintahan dan kesra Sutikno AP, Kabis Bimas Yuto Nasikin, Kabag Kesra Rokila, Dinas Perhubungan, Ketua harian Attaqwa Center Dr Ahmad yani MAg, satpol PP, Ketua PCNU Kota Cirebon Drs Mustofa Rasjid.
Kasi Bimas Kemenag Kota Cirebon, Yuto Nasikin mengatakan rapat pada hari ini adalah dalam rangka mematangkan persiapan pelaksanaan ibadah Salat Idul Fitri 1447 Hijriah.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama berbagai instansi terkait, pelaksanaan salat akan dipusatkan di Alun-Alun Kejaksan atau tepat di depan Masjid Raya At-Taqwa.
Rapat persiapan tersebut, kata Yuto, melibatkan lintas sektoral, di antaranya Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Polresta Cirebon, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Dinkes), Palang Merah Indonesia (PMI), Radio Republik Indonesia (RRI), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Hasil rapat telah menyepakati sejumlah petugas yang akan mengisi prosesi ibadah tahunan tersebut. Alhamdulillah sudah disepakati bersama, sebagai imam adalah KH. Idham Kholid, khatib adalah Ketua PCNU, KH. Mustofa Rasjid," ujar Yuto.
Yuto menyampaikan, Pihak panitia menargetkan jumlah jemaah yang hadir mencapai 10.000 orang. Mengingat antusiasme warga yang cukup besar, panitia mengimbau agar masyarakat dapat datang lebih awal untuk memastikan kelancaran ibadah.
"Pelaksanaan Salat Id akan dimulai pukul 06.30 WIB. Kami mengimbau kepada seluruh jemaah di wilayah Cirebon untuk bisa hadir di lokasi mulai pukul 06.00 WIB," tandasnya.
BACA JUGA:Kebakaran di Gunungjati Cirebon, Diduga Anak Main Petasan di Dalam Rumah
Dengan koordinasi yang matang antar instansi, diharapkan pelaksanaan Salat Idul Fitri di pusat kota Cirebon ini dapat berjalan dengan khidmat, tertib, dan aman bagi seluruh masyarakat.
Kepala Kemenag Kota Cirebon, Riana Anomsari mengatakan, rapat persiapan pelaksanaan sholat idul fitri ini sebenarnya Momen rutin tahunan sebagai perayaan yang tidak hanya dinikmati oleh umat Muslim, tetapi juga seluruh masyarakat lintas agama di Indonesia.
Riana menjelaskan, berdasarkan kalender Hijriah, Idul Fitri diperkirakan jatuh pada tanggal 21 Maret 2026. Persiapan agenda rutin kita semua yaitu Idul Fitri sudah mulai dilakukan.
Ini adalah hari raya bagi umat Muslim di seluruh dunia, namun kebahagiaannya turut dirasakan oleh seluruh umat beragama.
BACA JUGA:Angin Puting Beliung Terjang Mertasinga Cirebon, 128 Rumah Rusak, Ratusan Warga Terdampak
Meskipun kalender telah memberikan estimasi tanggal, pemerintah tetap akan mengikuti mekanisme resmi melalui Rukyatul Hilal dan Sidang Isbat.
Tanggal 19 Maret 2026 Pelaksanaan Rukyatul Hilal (pemantauan hilal) di berbagai titik di Indonesia. Adapun Sidang Isbat Digelar oleh Kementerian Agama segera setelah proses rukyat selesai untuk menetapkan secara resmi kapan 1 Syawal jatuh.