Perwira Polwan Kunjungi Keluarga Eti

Sabtu 16-07-2011,06:00 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan

CINGAMBUL – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Wanita (Polwan) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat yang ke-63, Kapolres Majalengka, AKBP Lena Suhayati SIK MSi didampingi Ketua Panitia HUT Polwan Polda Jabar, AKBP Susi Bina SH menggelar bakti sosial di Desa Cidadap, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jumat (15/7). Aksi keduanya didampingi perwira senior Polwan Polda Jabar AKBP Popie Purnamasari dan para perwira Polwan Polda Jabar. Kunjungan Kapolres Lena bersama rombongan disambut Camat Cingambul Drs Yoyo, Kapolsek Cingambul AKP Udin Suharna SPd, Kepala Desa Cidadap H Enda Junenda, para kepada desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan ratusan warga setempat, termasuk keluarga TKW yang terancam hukuman pancung, Eti Rohaeti.    Camat Cingambul, Drs Yoyo mengatakan, atas nama masyarakat Cidadap dan keluarga Eti Rohaeti binti Anwar Toyib menyampaikan terima kasih kepada kapolres dan para perwira Polwan Polda Jabar. Baginya, kepedulian institusi Polri terhadap nasib yang menimpa Eti Rohaeti dapat menguatkan hati keluarganya. Saat bertemu keluarga Eti, Kapolres Lena tidak bisa menyembunyikan perasaan harunya. Dia mengaku ikut bersedih dan prihatin dengan nasib yang menimpa Eti. “Walau bagaimana pun saya sebagai kaum wanita merasa ikut prihatin dengan apa yang menimpa TKW Eti Rohaeti asal Desa Cidadap ini,” tutur kapolres Sebagai bentuk kepedulian kami dari keluarga besar Polres Majalengka bersama keluarga besar Polwan Polda Jawa Barat, bertepatan dengan HUT Polwan Polda Jabar menyerahkan bantuan berupa bahan material, sembako, dan peralatan tidur bagi keluarga Eti. Meski nilainya tidak seberapa, namun dia berharap bisa membantu meringankan beban orang tua Eti.  Kepada masyarakat, Kapolres Lena juga mengimbau agar tidak mudah percaya bila ada orang yang mengaku-ngaku sebagai sponsor atau pengerah tenaga kerja Indonesia dan mengajak untuk bekerja ke luar negeri. Tujuannya, untuk menghindari munculnya berbagai kasus yang menimpa TKI. Bila ada masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri, sebaiknya harus melalui prosedur yang resmi. Dalam proses pembuatan administrasinya sebaiknya juga harus ditempuh melalui jalur pemerintah desa setempat. “Muculnya berbagai kasus yang menimpa TKI di luar negeri, salahsatu penyebabnya karena proses pemberangkatan melalui jalur ilegal. Juga karena tidak memiliki bekal keterampilan dan banyak yang tidak bisa menguasai bahasa negara tujuan,” kata dia. (har)

Tags :
Kategori :

Terkait