RADARCIREBON.COM – Menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Kementerian Agama (Kemenag) menghadirkan program masjid ramah pemudik di Cirebon.
Program ini diilaksanakan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang tengah melakukan perjalanan jauh menuju kampung halaman.
Program ini menjadi bagian dari upaya Kemenag untuk memastikan para pemudik memiliki tempat singgah yang nyaman, bersih, serta dilengkapi fasilitas pendukung selama perjalanan mudik.
Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Cirebon, Yuto Nasikin, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua masjid strategis yang akan menjadi lokasi layanan bagi para pemudik selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
BACA JUGA:Perbaikan PJU Jalur Mudik Cirebon Dikebut, Dishub Fokus Terangi Jalur Pantura
BACA JUGA:Menpar Tinjau Batik Trusmi, Bupati Imron Minta Dukungan Pengembangan Wisata
Menurutnya, kedua masjid tersebut dipilih karena berada di titik yang mudah dijangkau oleh para pelintas maupun pengguna transportasi umum.
Masjid pertama adalah Masjid Ar-Rasyidun yang berlokasi di Jalan Bypass Brigjen Dharsono, tepatnya di seberang Living Plaza Cirebon.
Lokasi ini diprediksi akan menjadi salah satu titik singgah favorit pemudik, terutama saat arus balik Lebaran.
Sementara itu, masjid kedua adalah Masjid As-Salam yang berada di kawasan Stasiun Kejaksan.
BACA JUGA:Maruarar Sirait Bedah Rumah Warga Majalengka, Tangis Haru Nunung Pecah Saat Peluk Bang Ara
BACA JUGA:Cirebon Siaga Bencana Jelang Mudik Lebaran 2026, BPBD Perpanjang Status Darurat Banjir dan Longsor
Masjid ini disiapkan khusus untuk melayani pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api.
Yuto menjelaskan, konsep masjid ramah pemudik di Cirebon tidak hanya menyediakan tempat ibadah yang bersih dan nyaman.
Berbagai fasilitas tambahan juga telah disiapkan untuk membantu para pemudik melepas lelah selama perjalanan.