Samsung Galaxy A57: Kejutan GPU AMD RDNA 3.5, Ponsel Menengah Rasa Konsol?

Minggu 15-03-2026,10:31 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

RADARCIREBON.COM - Selama bertahun-tahun, segmen kelas menengah Samsung selalu dianggap "aman" namun kurang bertenaga untuk urusan grafis berat. Namun, tahun 2026 menjadi titik balik. Lewat Samsung Galaxy A57, Samsung tidak hanya merilis ponsel baru, tetapi juga membawa teknologi grafis yang biasanya hanya ditemukan pada laptop gaming dan konsol kelas atas.

Rahasianya? Kolaborasi strategi dengan chip grafis raksasa, AMD.

Chipset Exynos 1680: Lompatan Besar dengan GPU AMD RDNA 3.5

Jantung pacu Samsung Galaxy A57 ditenagai oleh chipset Exynos 1680 (fabrikasi 4nm). Yang menjadikannya istimewa bukanlah CPU-nya, melainkan unit pengolah grafisnya: Xclipse 550.

GPU ini dibangun di atas arsitektur AMD RDNA 3.5, teknologi yang sama yang mengotaki seri Andalan Exynos 2500 di Galaxy S26. Artinya, untuk pertama kalinya di seri A, pengguna dapat mengukur fitur Hardware-Accelerated Ray Tracing. Cahaya, bayangan, dan pantulan dalam game akan terlihat jauh lebih realistis, mendekati kualitas visual PC atau konsol.

BACA JUGA: Energi Ramadhan Penuh Harapan, Pertamina Salurkan Santunan bagi 29 ribu Anak Yatim

Performa Gaming: Selamat Tinggal Frame Drop di Genshin Impact?

Berdasarkan bocoran pengujian benchmark, Galaxy A57 mencatatkan peningkatan performa GPU hingga 2x lipat dibandingkan pendahulunya, Galaxy A56.

Gaming Berat: Genshin Impact yang diprediksi dapat berjalan stabil pada 48-60 fps pada pengaturan menengah-tinggi.

Manajemen Suhu: Meski bertenaga, arsitektur RDNA 3.5 dikenal sangat efisien. Hasilnya, suhu perangkat tetap terjaga di bawah 42°C bahkan saat sesi gaming intens, sehingga performa tidak "lemes" (throttling) karena panas.

Layar AMOLED Fleksibel: Visual Tajam Tanpa Bezel Tebal

Untuk mendukung performa grafisnya, Galaxy A57 dibekali layar 6,7 inci Super AMOLED dengan kecerahan puncak mencapai 1.900 nits. Samsung menggunakan teknologi Fleksibel OLED yang membuat bezel (pinggiran layar) terlihat jauh lebih tipis dan simetris, memberikan kesan mewah layaknya seri S.

BACA JUGA: Kunjungi Kota Cirebon, Wamen LH Apresiasi Pengelolaan Sampah Stasiun Cirebon

Dukungan refresh rate 120Hz adaptif memastikan setiap gerakan dalam game atau menu navigasi terasa sangat mulus dan responsif.

Pertama di Seri A: Dukungan Samsung DeX untuk Produktivitas

Kategori :