Biznet GIO Tingkatkan Performa CLOUD dengan AMD untuk ERA AI

Minggu 15-03-2026,14:03 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

Prosesor AMD EPYC dapat mengurangi penggunaan lisensi kami hingga 20% berkat kepadatan core lebih tinggi dibandingkan kompetitor. Lisensi kami berbasis per soket, tetapi kami dapat menjalankan lebih banyak inti menggunakan prosesor AMD EPYC.”

Proses  upgrade juga berjalan lancar. “Kami tidak mengalami masalah saat menerapkan CPU AMD EPYC.” CPU Server AMD EPYC memungkinkan Biznet Gio menawarkan harga yang kompetitif kepada pelanggan.

"Kami akan terus membeli lebih banyak CPU AMD EPYC untuk peluncuran produk berikutnya. Saat ini kami memiliki tiga pusat data wilayah di Indonesia dan akan meluncurkan wilayah keempat di Bali. Kami akan menggunakan CPU AMD EPYC untuk jangka panjang."

Produk  berbasis GPU Biznet Gio menjadi fokus utama karena meningkatnya permintaan untuk beban kerja AI dan machine learning. “Kami menawarkan solusi berbasis GPU untuk AI dan ML,” kata Ary. “Sebagai contoh, gpt-oss-120 berjalan di GPU kami, dan ada permintaan di Indonesia untuk mesin virtual yang dilengkapi GPU ke kami.

BACA JUGA:Ratusan Tukang Becak dan Sopir Angkot Cirebon Dapat Kompensasi Rp1,4 Juta Jelang Mudik Lebaran

Solusi saat ini menggabungkan CPU Server AMD EPYC dengan GPU dari vendor lain, namun akselerator vendor tersebut terbukti mahal dan sulit diperoleh sehingga Biznet Gio mulai mengeksplorasi alternatif. “Kami sangat tertarik menggabungkan CPU AMD EPYC dengan GPU Instinct,” kata Ary.

"Ekosistem terbuka sangat penting ketika menentukan lingkungan. Kami tidak ingin mengunci pada satu vendor. ROCm adalah langkah tepat dari AMD yang merupakan open source dan kami juga mendapatkan lebih banyak dukungan komunitas serta artikel tentang kasus yang paling umum."

NILAI  TERATAS UNTUK CPU AMD EPYC 
‎Walaupun penggunaan GPU AMD Instinct masih berada pada fase Proof of-Concept, CPU Server AMD EPYC telah menjadi platform server utama Biznet Gio. “AMD EPYC akan menjadi standar lingkungan operasional kami,” kata Ary.

Selain performa versus harga yang lebih baik, CPU AMD EPYC juga lebih hemat energi. “Dengan AMD EPYC, kami mengurangi penggunaan daya hingga 8%. Emisi karbon berkurang hingga 2.100 kg per server. Performa tersebut sangat hebat.”

BACA JUGA: Berkah Lebaran 2026, 20 Mobil Andi Rent Car Majalengka Ludes Disewa Pemudik

Perusahaan  juga berencana terus menggunakan AMD untuk pengembangan di masa depan. “Kami masih menggunakan prosesor dari vendor lain pada produk lama karena kami memiliki lebih dari 15 produk dari segmen konsumen hingga enterprise,” kata Ary.

"Namun untuk produk terbaru, kami tidak akan menggunakannya lagi. Kami hanya akan menggunakan CPU AMD EPYC." Untuk produk bare metal, saat ini lebih dari 300 server yang menggunakan CPU AMD EPYC, terdapat sekitar 90% dari seluruh armada server.

“Kami memilih prosesor AMD EPYC karena memiliki kecepatan clock terbaik, lebih dari 3GHz, lebih dari 128MB L3 cache, dengan TDP sekitar 240W, yang memberikan performa dan kepadatan lebih tinggi.”

“ Biznet Gio adalah penyedia layanan cloud lokal nomor satu di Indonesia,” kata Aryulianto. “Namun kami juga memiliki rencana untuk berekspansi ke luar Indonesia, mungkin ke wilayah APAC. Kami juga ingin merilis produk seperti NEO DNS dan NEO CDN yang berjalan pada CPU AMD EPYC.

BACA JUGA: Konsolidasi PDIP Kabupaten Cirebon di Susukanlebak, Dorong Kader Jadi Pionir Kedaulatan Pangan

" Produk tersebut akan menjadi alternatif bagi Cloudflare yang saat ini mendominasi pasar Indonesia untuk layanan tersebut. “Dalam skala satu hingga sepuluh, kami memberi CPU AMD EPYC nilai sepuluh,” tutup Ary. “Jika Anda ingin membeli prosesor, pilihlah AMD EPYC karena data benchmarknya sangat nyata.”

Dibandingkan kompetitor, performa dan harganya sangat mengesankan. Data tidak bisa berbohong. Anda bisa membandingkan AMD EPYC secara langsung dengan kompetitor dan AMD EPYC yang memegang posisi teratas. Biznet Gio tentu merekomendasikan AMD EPYC kepada perusahaan lain.

Kategori :