Kadini menegaskan, fasilitas penunjang seperti tempat ibadah menjadi salah satu syarat penting yang harus dipenuhi.
BACA JUGA:Kecelakaan di Cirebon, Toyota Calya vs Truk Satu Orang Luka-luka
BACA JUGA:One Way Cipali Berakhir, Lalu Lintas Kembali Normal Dua Arah Sejak Dini Hari
Hal ini dinilai krusial untuk mendukung aktivitas siswa selama menjalani sistem belajar yang lebih panjang dalam lima hari sekolah.
“Sekolah harus memiliki fasilitas yang memadai, termasuk tempat ibadah. Ini penting karena durasi belajar akan lebih padat dibandingkan sistem enam hari,” jelasnya.
Saat ini, sistem sekolah lima hari sebenarnya sudah diterapkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, seperti SMP dan SMA.
Oleh karena itu, Disdik optimistis SD di Kota Cirebon juga dapat mengikuti pola yang sama, asalkan seluruh persyaratan telah terpenuhi.
Penerapan sekolah lima hari di Cirebon diperkirakan akan membawa dampak signifikan, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga orang tua dan tenaga pendidik.
Perubahan pola belajar ini diyakini akan memengaruhi aktivitas harian, termasuk pengaturan waktu belajar dan istirahat anak.
Disdik Kota Cirebon berharap, ketika regulasi resmi diterbitkan pemerintah pusat, seluruh sekolah dasar sudah siap menjalankan sistem baru tersebut tanpa kendala berarti.
Dengan persiapan matang, kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus keseimbangan waktu belajar siswa.