BACA JUGA:UMC Gandeng UEF Vietnam, Buka Akses Pertukaran Mahasiswa dan Riset Global
Dia menambahkan, metode chromotherapy ini menggabungkan unsur terapi sekaligus edukasi.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat menikmati setiap sesi, mulai dari diskusi hingga praktik langsung.
Selain manfaat kognitif, interaksi sosial yang terjalin antar peserta juga menjadi nilai tambah yang berdampak positif terhadap kondisi psikologis mereka.
"Sebelum praktik dimulai, kami terlebih dahulu melakukan identifikasi masalah kognitif yang sering dialami lansia dalam kehidupan sehari-hari," bebernya.
BACA JUGA:UMC Adakan Pelatihan Rapor Pendidikan di SDIT Al-Furqon Cirebon
Selanjutnya, dilakukan pengukuran awal menggunakan instrumen Short Portable Mental Status Questionnaire dan WHOQOL-BREF sebagai pre-test untuk mengetahui tingkat kognitif dan kualitas hidup peserta.
"Melalui program ini, kami berharap metode sederhana seperti terapi warna dan permainan edukatif dapat diterapkan secara mandiri oleh lansia di rumah," ungkap Leya.
Dengan demikian, upaya pencegahan gangguan kognitif dapat dilakukan secara berkelanjutan. (*)