RADARCIREBON.COM – Krisis besar kembali mengguncang Timnas Italia setelah kegagalan beruntun menembus putaran final Piala Dunia.
Situasi ini tak hanya menjadi sorotan publik, tetapi juga memicu perubahan signifikan di level federasi sepak bola Italia.
Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, resmi mengundurkan diri dari jabatannya.
Keputusan tersebut diumumkan dalam rapat penting yang berlangsung di markas FIGC di Roma.
BACA JUGA:Ammar Zoni Bongkar Fakta Rutan Salemba: Dapat Narkoba Mudah seperti Beli Kacang Goreng
BACA JUGA:Timnas Indonesia Terancam Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Seperti Ini Respons Taktis John Herdman
Gravina juga mendorong agar pemilihan presiden baru segera digelar, dengan jadwal yang telah ditetapkan pada 22 Juni mendatang.
Langkah mundur ini diyakini sebagai bentuk tanggung jawab atas rentetan hasil buruk yang dialami Italia dalam beberapa tahun terakhir, terutama kegagalan lolos ke Piala Dunia yang kembali terulang.
Rekor Buruk Italia, Absen Piala Dunia Tiga Kali Beruntun
Kegagalan terbaru Italia terjadi di babak play-off zona Eropa, di mana mereka harus tersingkir setelah kalah dramatis dari Timnas Bosnia dan Herzegovina melalui adu penalti.
BACA JUGA:PDIP Kota Cirebon Buka Kanal Pengaduan, Warga Tak Perlu Bingung Cari Bantuan
BACA JUGA:Oppo Find X9 Ultra vs Samsung Galaxy S26 Ultra: Duel HP Flagship 2026, Mana Lebih Unggul?
Ironisnya, Italia harus bermain dengan 10 pemain dalam laga krusial tersebut.
Hasil ini memperpanjang catatan negatif Azzurri yang kini gagal lolos ke Piala Dunia sebanyak tiga edisi berturut-turut.
Sebuah rekor kelam bagi negara yang dikenal sebagai salah satu kekuatan besar dalam sejarah sepak bola dunia.