Prabowo Bertemu Macron di Paris, Bahas Kerja Sama hingga Isu Global

Rabu 15-04-2026,07:03 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Moh Junaedi

PARIS, RADARCIREBON.COM – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan empat mata dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Selasa 14 April 2026 siang waktu setempat. 

Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama bilateral sekaligus bertukar pandangan terkait dinamika global yang tengah berkembang.

Kedatangan Presiden Prabowo disambut secara resmi dengan upacara kehormatan oleh pasukan Prancis lengkap dengan iringan musik militer. 

BACA JUGA:Prabowo Tiba di Paris Usai dari Moskow, Siap Bertemu Macron Bahas Kerja Sama Strategis

Presiden Macron yang telah menunggu di teras Istana Élysée langsung menyambut hangat Prabowo di pelataran.

Keduanya tampak akrab saat saling berjabat tangan dan berangkulan sebelum berjalan bersama menuju ruang pertemuan. 

Momen kebersamaan itu dilanjutkan dengan sesi foto di depan pintu utama Istana sebelum memasuki ruang Les Salon des Portraits untuk melakukan pertemuan tertutup (tête-à-tête).

Dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden RI, pertemuan tersebut menjadi forum strategis bagi kedua kepala negara untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor prioritas. 

Selain itu, keduanya juga membahas berbagai isu global yang tengah menjadi perhatian dunia.

Pertemuan ini dinilai penting karena memberikan ruang bagi Indonesia dan Prancis untuk menyelaraskan pandangan, terutama dalam menghadapi situasi geopolitik yang dinamis.

Usai pertemuan empat mata, Presiden Macron menjamu Presiden Prabowo dalam santap siang resmi. 

BACA JUGA:Investasi RI Tembus Rp497 Triliun di Awal 2026, Serap 627 Ribu Tenaga Kerja

Agenda ini disebut sebagai bagian dari diplomasi tingkat tinggi yang bertujuan mempererat hubungan personal antar pemimpin sekaligus memperkuat fondasi kemitraan kedua negara.

Dalam kunjungan resmi ini, Presiden Prabowo turut didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Teddy menjelaskan bahwa pertemuan tersebut juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk menyampaikan posisi strategisnya terkait berbagai konflik global, termasuk ketegangan antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel yang saat ini memasuki fase gencatan senjata.

Kategori :