CIREBON, RADARCIREBON.COM – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP3APPKB) Kota Cirebon bergerak cepat menangani kasus pelecehan terhadap anak warga kota Cirebon yang terjadi di wilayah Mundu.
Kepala DP3APPKB Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno AP menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim dari UPTD PPA untuk memberikan pendampingan intensif kepada korban.
Fokus utama saat ini, kata Budi, adalah memastikan kondisi psikologis anak tetap stabil selama menjalani proses hukum.
Budi menjelaskan bahwasannya saat ini kami fokus pada Pemulihan Trauma, dirinya menekankan bahwa tindakan kriminal seperti penyekapan dan kekerasan seksual berpotensi besar menimbulkan trauma mendalam bagi anak. Oleh karena itu, pendampingan tidak hanya dilakukan saat pemeriksaan di kepolisian, tetapi juga di lingkungan rumah dan sekolah.
BACA JUGA:PKB Targetkan Rebut Kursi Walikota Cirebon di Pilkada 2029
"Tujuan kami adalah agar anak ini bisa kembali beraktivitas normal, diterima kembali di sekolah dan lingkungannya tanpa stigma. Pendampingan psikologis sangat krusial agar trauma tersebut tidak menghambat masa depannya," ujar Budi.
Budi mengungkapkan bahwa pelaku melancarkan aksinya dengan modus tipu daya. Korban sempat diiming-imingi makanan (es krim) untuk menarik perhatiannya. Meski korban sempat menolak, pelaku diduga melakukan pemaksaan hingga terjadi tindak pidana tersebut.
Pihaknya menerangkan secara kasat mata atau fisik, korban terlihat ceria dan sudah menyatakan keinginannya untuk kembali bersekolah. Namun, DP3APPKB tetap akan melakukan asesmen mendalam untuk menggali hal-hal yang mungkin tidak tersampaikan secara langsung oleh anak.
"Secara fisik nampak ceria, tapi di balik itu kita harus telaah lagi melalui psikolog. Kami akan dampingi terus, termasuk saat gelar perkara dan olah TKP, agar anak tetap merasa nyaman meski berada di lingkungan orang dewasa selama proses hukum berlangsung," pungkasnya. (abd)
BACA JUGA:Perombakan Aturan SLIK dalam Pembahasan Teknis