Kirab Mahkota Binokasih Sumedang, Warisan Budaya Sarat Nilai Kehidupan

Kamis 30-04-2026,20:33 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Moh Junaedi

SUMEDANG, RADARCIREBON.COM - Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang, Sabtu 2 Mei 2026 mendatang.

Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang sangat istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung. 

Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaya mengatakan, makna adiluhung terkandung dari segi nama maupun bentuk mahkota.

BACA JUGA:IRT di Cirebon Ditangkap Polisi, Bawa Puluhan Ribu Obat Keras Ilegal dari Jakarta

Mahkota ini memiliki sebutan lengkap Binokasih Sanghyang Pake. Binokasih berarti kasih sayang, sedangkan sanghyang pake artinya dipakai dalam kehidupan sehari-hari. 

Jadi, nama Binokasih Sanghyang Pake mengandung makna kasih sayang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kasih sayang harus dijadikan sumber tindakan karena dari kasih sayang melahirkan nilai gotong royong, toleransi, musyawarah, adil dan bijaksana," ujar Luky, Kamis 30 April 2026.

BACA JUGA:Heboh di Medsos, Manajemen Hotel Apita Buka Suara Soal Dugaan Penggelapan dan Upah

Sementara, dari segi bentuk, Mahkota Binokasih juga menyimpan makna mendalam. 

Mahkota itu memiliki tiga susunan yang merupakan representasi dari konsep Sunda Tritangtu. 

Konsep ini membangun pemikiran tentang silih asah, silih asih, silih asuh yang artinya saling berbagi ilmu, menyayangi dan membimbing.

Adapun, wujud hias bunga wijaya kusuma dan burung julang dalam Mahkota Binokasih menggambarkan makna kesetiaan, ketulusan, dan kekuatan itikad. 

BACA JUGA:Modus Seleksi Timnas, Sopir Travel di Lampung Cabuli 2 Bocah SMP di Cirebon

"Jadi, folosofi yang terkandung dalam mahkota ini menyimpan pesan bagi kita yang hidup," kata Luky.

Melalui Kirab Mahkota Binokasih, makna kehidupan adiluhung dalam Mahkota Binokasih ingin disampaikan kepada masyarakat. Dengan demikian, maknanya dapat diterapkan dari generasi ke generasi. (*)

Kategori :