LOSARANG–Penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya, Jawa Timur membuat para ulama dan warga di pantura Indramayu turut cemas. Mereka khawatir, imbas ditutupnya lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara oleh Pemkot Surabaya itu bakal memicu para Pekerja Seks Komersial (PSK) asal Indramayu pulang kampung lalu beroperasi di tanah kelahiran. Sebab, sudah jadi rahasia umum, Indramayu menjadi salah satu daerah pemasok wanita penghibur di lokalisasi Dolly. “Ini perlu menjadi perhatian serius, mengingat Dolly merupakan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara. Ada ribuan PSK disana yang mungkin saja berasal dari Indramayu,” kata ketua MUI Kecamatan Losarang, Drs KH Amin Bay MAg kepada Radar, Minggu (22/6). Karena itu, dia meminta Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui dinas terkait untuk waspada serta mengantisipasi jika nanti terjadi eksodus PSK dari Dolly yang berencana membuka tempat baru di tanah kelahirannya. Apalagi lanjut dia, dalam waktu dekat akan menghadapi puasa dan lebaran. Biasanya, dua momentum ini dimanfaatkan para PSK asal Indramayu untuk pulang mudik. Tapi seiring dengan penutupan paksa Dolly, kepulangan mereka dipastikan tidak membawa bekal finansial yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup selama di kampung halamannya. Kondisi itu yang bisa menjadi penyebab kenapa mereka berpotensi untuk tetap melakukan pekerjaannya sebagai PSK. “Iya kalau pulang kampung karena tobat. Khawatirnya akibat tidak memiliki mata pencaharian lain, mereka justru kembali menjadi PSK disini,” sambung Amin Bay. Dosen STIT Al Amin Indramayu ini juga menilai pihak berwenang di Indramayu, tengah berupaya menjaga kondusivitas daerah menjelang bulan suci Ramadan. Dimana tempat hiburan serta lokasi yang diduga menjadi ajang prostitusi dilarang beroperasi agar tidak mengganggu kekhusuan umat Islam saat menunaikan ibadah puasa. “Ini kekhawatiran kami. Jangan sampai upaya untuk menutup tempat hiburan menjadi terkendala karena baliknya alumni Dolly ke Indramayu lalu membuka tempat praktek baru disini,” tandasnya. Terpisah, tokoh pemuda Kandanghaur, Sopandi SH juga meminta Pemkab Indramayu untuk melacak sekaligus mendata para eks PSK Dolly yang telah balik kampung untuk kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatannya. Sebab dikhawatirkan, kepulangan mereka membawa sumber penyakit HIV Aids. Tak kalah penting, Pemkab juga harus melakukan pendampingan terhadap para penyandang masalah sosial tersebut seperti dengan memberikan pelatihan usaha. “Ini sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah karena bagaimanapun mereka juga Wong Dermayu yang berhak hidup di tanah kelahirannya,” kata dia. (kho)
Waspada Eksodus PSK Dolly
Senin 23-06-2014,13:47 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,23:29 WIB
Curanmor di Palimanan Terekam CCTV, Motor Karyawan Rumah Makan Raib dalam Hitungan Detik
Sabtu 14-03-2026,03:01 WIB
Curanmor di Jagasatru Cirebon, Skuter Metic Milik Warga Raib dari Halaman Rumah
Jumat 13-03-2026,20:01 WIB
Polresta Cirebon Gelar GPM, 1.567 Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Jumat 13-03-2026,20:31 WIB
Ramai Investasi Emas Cicilan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Jumat 13-03-2026,21:07 WIB
Jelang Idulfitri, Polres Cirebon Kota Gelar GPM untuk Warga
Terkini
Sabtu 14-03-2026,19:00 WIB
Pemain Sinetron 'Istiqomah Cinta' Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-anak Panti Asuhan
Sabtu 14-03-2026,18:03 WIB
Mau Rezeki Datang Terus? Coba Pakai Warna yang Satu Ini
Sabtu 14-03-2026,17:31 WIB
Senengnya Dapat Ikan Jumbo di Tradisi Gobyag Lauk Kabupaten Kuningan
Sabtu 14-03-2026,17:05 WIB
GBK Bakal Panas! Ini Jadwal Lengkap Indonesia di FIFA Series 2026
Sabtu 14-03-2026,16:39 WIB