JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mengeluarkan peraturan tentang pelaksanaan Pilpres 2014 yang membuka peluang dua putaran. Namun, mereka tetap akan mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi yang sedang melakukan uji materi pasal 159 ayat 1 UU tentang Pilpres. “Kalau ada keputusan MK, kami tentu harus patuh dan menjalankannya. Justru keputusan MK bisa meringankan tugas KPU,” ujar Komisioner KPU Ida Budhiati kemarin. KPU memang banyak mendapat tekanan tentang jumlah putaran dalam pemilihan presiden lantaran hanya ada dua pasangan calon. Satu pihak menginginkan cukup satu putaran demi penghematan uang negara. Pihak lain menginginkan tetap dibuka peluang dua putaran jika tidak memenuhi persyaratan perolehan suara sesuai UU Pilpres. Sebagai langkah antisipasi, KPU telah meminta pertimbangan dari kedua kubu calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Hatta serta Jokowi-Jusuf Kalla. Salah satu pasangan calon langsung merespons dengan menyatakan bahwa kebijakan KPU harus sesuai konstitusi. Artinya, jika persyaratan perolehan suara 50 persen plus satu dengan sebaran 20 persen suara di separo provinsi tidak terpenuhi, harus ada pilpres putaran kedua. “Ini salah satu sisi yang merespons melalui lisan,” paparnya. Pasangan calon yang lain meminta UU Pilpres harus ditafsirkan dengan pertimbangan asas keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum. Dia mengatakan, walau belum ada respons resmi atau hanya melalui lisan, itu tidak akan menghalangi KPU membuat keputusan. “Kedua pertimbangan itu akan menjadi masukan. KPU berupaya membuat kebijakan yang sesuai prosedur dan harus dicari yang terbaik,” jelasnya. Kamis pekan lalu KPU sebenarnya dijadwalkan menggelar rapat pleno untuk kembali membahas UU Pilpres tersebut. Tapi, mayoritas komisioner sedang berada di luar kota sehingga tidak kuorum. “Semoga pekan ini pembahasan bisa lebih bulat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie meminta semua pihak tidak terburu-buru mempermasalahkan UU tentang pemilihan presiden yang memberi peluang dua putaran meski hanya ada dua pasangan calon. Menurut dia, ada masalah lain yang lebih urgen seperti logistik pilpres dan distribusinya. “Prioritaskan yang penting dulu,” tuturnya. (idr/c10/dod)
KPU Janji Ikut Putusan MK
Senin 23-06-2014,14:04 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 31-10-2026,18:29 WIB
Hasil Kualifikasi Moto3 Malaysia 2026: Veda Ega Pratama Start dari Baris Ketiga
Sabtu 31-10-2026,22:00 WIB
Taisei Marukawa Cetak Gol Penentu, Persija Gagal Curi Poin dari Dewa United
Minggu 01-11-2026,04:34 WIB
4 Rekomendasi HP Samsung yang Paling Tahan Lama dengan Budget Pelajar, Mulai Rp1 Jutaan Aja!
Sabtu 31-10-2026,20:01 WIB
Rekomendasi 9 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta, Buat Harian atau Bepergian Jauh, Konsumsi BBM Segini, Irit?
Sabtu 31-10-2026,19:01 WIB
Banjir Rendam Jalan Depan SMAN 1 Lemahabang Cirebon, DPUTR Lakukan Normalisasi Saluran
Terkini
Minggu 01-11-2026,17:48 WIB
Kisah Wanadri Menghadapi Kebakaran Hutan di Gunung Gede dan Ciremai
Minggu 01-11-2026,17:41 WIB
Hasil Persib vs Isenmulang Kalteng FC BRI Super League 2026: Menalo Ganas, Persib Gilas Isenmulang 4-0!
Minggu 01-11-2026,17:12 WIB
9 Medali Emas, Taekwondo Kota Cirebon Juara Umum Caruban Battle Expo II 2026
Minggu 01-11-2026,16:54 WIB
Persib Bandung Ungguli Isenmulang Kalteng FC 3-0 di Babak Pertama, Luka Menalo Borong Dua Gol
Minggu 01-11-2026,16:41 WIB