BPS Sensus Tenant PGC Cirebon, Omzet Pedagang Turun tapi Masih Bertahan

Kamis 09-07-2026,17:39 WIB
Reporter : Apridista S Ramdhani
Editor : Tatang Rusmanta

Mayoritas tenant bergerak di bidang penjualan pakaian, sepatu, dan berbagai produk fesyen lainnya.

"Meskipun sebagian besar pelaku usaha mengaku omzet mereka mengalami penurunan dibanding beberapa tahun sebelumnya, namun mereka masih mampu bertahan dan tetap menjalankan usahanya," jelasnya.

Capaian Sensus Ekonomi Sudah Hampir 45 Persen

BPS Kota Cirebon juga mencatat perkembangan positif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. 

BACA JUGA:Rezeki Melesat di Juli 2026, Ini Daftar 7 Shio dengan Peluang Finansial Terbaik

BACA JUGA:22 Finalis Jaka Rara Kota Cirebon 2026 Resmi Jadi Duta Literasi Keuangan OJK

Hingga saat ini, proses pendataan telah mencapai 44,66 persen dari total target rumah tangga dan unit usaha yang harus disensus.

Selain PGC, petugas sebelumnya juga telah melakukan pendataan di sejumlah pusat perbelanjaan besar di Kota Cirebon, seperti Grage City Mall, Grage Mall, Living Plaza Cirebon, A.S.S Mall, Yogya Grand, Transmart, hingga Asia Toserba.

Dalam waktu dekat, pendataan akan dilanjutkan ke Yogya Cirebon Junction dan CSB Mall sehingga cakupan sensus semakin luas.

Tidak hanya menyasar pelaku usaha, pelaksanaan SE 2026 juga berjalan beriringan dengan pendataan sosial ekonomi masyarakat. 

Karena itu, petugas akan mendatangi rumah-rumah warga untuk mengumpulkan informasi sesuai kebutuhan sensus nasional.

BPS Minta Warga Berikan Data yang Benar

Samiran mengimbau masyarakat maupun pelaku usaha agar tidak ragu menerima kedatangan petugas sensus. 

Ia meminta warga memberikan data yang benar dan sesuai kondisi sebenarnya karena seluruh informasi yang dikumpulkan akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial terkait pelaksanaan sensus.

"Kalau ada hal yang diragukan, silakan langsung menghubungi BPS. Jangan mudah percaya informasi yang belum tentu benar atau hoaks yang beredar di internet," katanya.

Kategori :