Dia mencontohkan kurangnya pengawasan yang bisa berakibat menjadi kurang bermanfaatnya MBG. Misalnya dalam penentuan porsi protein yang terlalu sedikit.
"Ayam biasanya dipotong 8. Kalau negara kaya seperti Amerika, 1 ayam dipotong 4. Kalau kita potong 8 atau 10 lah. Paling kecil 12 lah. Jangan pula dipotong 18 atau 22."
"Disangka kita nggak ngerti. Ayam dipotong 12 dan 20, kelihatan. Makanya kecil-kecil, sedikit. Habis itu, Ibu Nanik kalau dengar pidato ini, MBG jangan bikin telur dadar. Telur rebus atau ceplok. Kalau dadar biasanya itu dicampur macam-macam itu. Itu bisa empat orang makan 1 telur," bebernya.
Kepala negara menambahkan, MBG adalah program strategis untuk masa depan anak Indonesia sekaligus menggerakan perekonomian.
BACA JUGA:Kredit Terbaru Motor Listrik Polytron Fox 500 Awal Juli 2026, DP Mulai Rp7,5 Juta Cicilan Rp1 Jutaan
Negara berusaha hadir untuk memenuhi kebutuhan gizi dan pangan. Sehingga pertumbuhan anak-anak dapat terjamin dan menjadi generasi penerus yang lebih baik.
"Ini sangat strategis karena ini makan untuk anak-anak kita, generasi penerus. Sel otak harus berkembang baik, sel tulang harus baik, sel otot harus baik. Dia bisa jadi petani yang sehat, ilmuwan, dokter. Kalau dari kecil makan tidak bagus, nanti tidak maksimal," katanya.
Masih terkait MBG, presiden menyebut bahwa Indonesia mungkin satu-satunya negara yang memberi makan kepada ibu hamil. Hal ini juga sangat strategis untuk memenuhi kecukupan gizi janin yang sedang dikandung.
"Kita mungkin satu-satunya negara yang memberi makan ibu hamil. Negara kita besar sekali. Pasti ada desa yang belum terima MBG. Saya paham itu," tutupnya.