KUNINGAN, RADARCIREBON.COM - Berakhirnya masa libur sekolah dan kembali bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), berdampak pada meningkatnya harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Kuningan.
Komoditas yang mengalami kenaikan antara lain daging ayam, telur, cabai, serta berbagai jenis sayuran.
Berdasarkan pemantauan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan, kenaikan harga terjadi di sejumlah pasar, di antaranya Pasar Kepuh, Cilimus, Kramatmulya, Ciawigebang, dan Luragung, Senin 13 Juli 2026.
Pedagang ayam di Pasar Kepuh, Aami, mengatakan harga ayam broiler mengalami lonjakan cukup tajam dalam sepekan terakhir.
BACA JUGA:Jalan Cimanuk Komplek Bima Cirebon Akhirnya Diperbaiki, Proyek Ditargetkan Rampung 40 Hari
Jika sebelumnya dijual Rp26.000 hingga Rp28.000 per kilogram, kini harga eceran mencapai Rp35.000 sampai Rp36.000 per kilogram.
"Kenaikan berasal dari distributor, sehingga kami juga harus menyesuaikan harga jual. Modal usaha ikut bertambah," ujarnya.
Petugas Pemantau Harga Diskopdagperin Kabupaten Kuningan, Arisman, membenarkan kondisi tersebut.
Menurutnya, meningkatnya permintaan setelah aktivitas sekolah kembali normal serta berjalannya Program MBG menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga di tingkat pasar.
BACA JUGA:Anggota DPRD Usul Libatkan APH Tarik PBB, Suryana: Itu Keblinger!
Saat ini harga ayam broiler berada pada kisaran Rp35.000 hingga Rp37.000 per kilogram.
Sementara daging sapi masih bertahan Rp140.000 per kilogram dan daging kambing Rp150.000 per kilogram. Ayam fillet dijual Rp45.000 per kilogram, sedangkan ayam kampung sekitar Rp65.000 per ekor.
Komoditas telur juga mengalami penyesuaian harga. Telur ayam ras dijual Rp24.000 per kilogram, telur ayam kampung Rp3.500 per butir, telur bebek Rp3.000 per butir, dan telur puyuh Rp45.000 per kilogram.
Kenaikan turut terjadi pada komoditas hortikultura. Wortel dijual Rp15.000–17.000 per kilogram, kol Rp10.000, tomat Rp10.000, buncis Rp10.000–12.000, kentang Rp18.000, ketimun Rp15.000–20.000, sawi putih Rp6.000–7.000, bawang daun Rp15.000–18.000, labu Rp8.000, tauge Rp15.000, dan selada Rp20.000 per kilogram.
BACA JUGA:Port Night Run 2026, Wali Kota Dorong Pelabuhan Cirebon Jadi Ruang Aktivitas dan Rekreasi Masyarakat
Harga cabai juga bergerak naik. Cabai merah dijual Rp30.000–35.000 per kilogram, cabai hijau Rp20.000–25.000, cabai rawit hijau maupun merah Rp40.000–45.000, cabai keriting merah Rp30.000, serta cabai keriting hijau Rp25.000 per kilogram.
Sementara itu, harga beras premium tercatat Rp14.800 per kilogram, beras medium Rp13.000, beras SPHP Rp12.000, ketan putih Rp23.000–25.000, dan ketan hitam Rp26.000 per kilogram.
Gula pasir dijual Rp18.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp20.500 per kilogram, Minyakita Rp15.700 per liter, sedangkan bawang merah dan bawang putih masih bertahan di kisaran Rp40.000 per kilogram.
Arisman menilai lonjakan harga kali ini merupakan dampak meningkatnya permintaan setelah berakhirnya libur sekolah.
BACA JUGA:Realisasi PAD Kota Cirebon Lesu, Sektor Pajak hingga Retribusi Jadi Sorotan
Selain kebutuhan rumah tangga, permintaan untuk mendukung pelaksanaan Program MBG ikut mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional.
Akibatnya, masyarakat harus menyiapkan anggaran belanja yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara para pedagang juga dituntut menambah modal usaha agar pasokan tetap tersedia. (ags)