465 Mahasiswa UI BBC Terjun ke 33 Desa, KPM 2026 Usung Transformasi AI

Senin 20-07-2026,22:08 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Moh Junaedi

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Universitas Islam (UI) Bunga Bangsa Cirebon (BBC) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pelepasan 465 mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dan program magang Tahun 2026. 

Ratusan mahasiswa tersebut akan diterjunkan ke 33 desa yang tersebar di Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, hingga Kota Malang.

Pelepasan mahasiswa KPM berlangsung, Senin 20 Juli 2026 dengan mengusung tema "Transformasi Artificial Intelligence, Ekoteologi, dan Kearifan Budaya Lokal dalam Desa yang Berdampak." 

BACA JUGA:Ketua BNSP Serahkan Lisensi LSP UIBBC dan SMK YPIB Cirebon, Perkuat SDM Menuju Indonesia Emas

Tema tersebut menjadi terobosan baru yang menggabungkan perkembangan teknologi modern dengan nilai-nilai budaya serta keagamaan dalam upaya membangun desa.

Rektor UI BBC, Dr H Oman Fathurohman MA mengatakan para mahasiswa akan menjalankan pengabdian selama 40 hari. 

Selama masa tersebut, mereka diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang.

Menurut Oman, perkembangan teknologi saat ini, khususnya Artificial Intelligence (AI), harus mulai diperkenalkan kepada masyarakat desa sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan, produktivitas, serta mempercepat pengembangan potensi desa di era digital.

Ia menegaskan, pelaksanaan KPM tahun ini bukan sekadar menjadi kewajiban akademik mahasiswa.

Melainkan menjadi wadah untuk melahirkan solusi inovatif yang tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan, budaya, dan kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA:KPI Pusat Gelar Bimtek P3SPS di UI BBC Ajak Generasi Muda Kawal Siaran Sehat di Era Disrupsi Media

"KPM tahun ini tidak hanya mengajarkan mahasiswa untuk mengabdi, tetapi juga bagaimana menghadirkan solusi inovatif melalui pemanfaatan teknologi yang tetap berpijak pada nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal," ujar Oman.

Dalam kesempatan tersebut, Oman juga mengumumkan kebijakan baru terkait pelaksanaan KPM 2026. 

Seluruh posko atau sekretariat mahasiswa tidak lagi ditempatkan di kantor desa, melainkan dipusatkan di kantor Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di masing-masing wilayah.

Kebijakan tersebut diambil agar masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi umat.

Kategori :