Api diduga pertama kali muncul dari kabel yang terhubung dengan meteran listrik atau KWh di bagian depan sebelah barat Blok G. Kobaran api kemudian menjalar ke arah timur dan melalap sejumlah lapak di kawasan tersebut.
Selain itu, dugaan korsleting listrik juga menimbulkan percikan api di salah satu lapak yang berada di Blok H.
Saat kebakaran terjadi, tidak ada aktivitas perdagangan di lokasi. Kondisi sejumlah lapak juga dilaporkan tidak terlihat menyimpan barang dagangan sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Meski demikian, insiden kecelakaan kerja terjadi ketika proses pemadaman berlangsung. Komandan Damkar Sektor Arjawinangun, Cuhandi, mengalami luka setelah telapak kaki kirinya tertusuk paku saat berada di area kebakaran.
BACA JUGA:Saklar Pompa Air Diduga Picu Kebakaran di Megu Cilik Cirebon
Petugas kemudian memberikan penanganan terhadap korban. Kondisi Cuhandi dilaporkan mengalami luka pada bagian telapak kaki kiri.
Operasi pemadaman dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Serta Penyelamatan atau PPSP, didampingi Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran serta sejumlah komandan sektor Damkar.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, sebanyak empat unit kendaraan pemadam atau unit pancar dikerahkan ke lokasi.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.06 WIB. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Proses pendinginan selesai pada pukul 16.22 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan kondisi dinyatakan aman, seluruh personel serta kendaraan pemadam kembali ke sektor masing-masing untuk melanjutkan tugas.
Berdasarkan data sementara, luas area yang terbakar mencapai sekitar 540 meter persegi. Area tersebut mencakup 45 lapak di Blok G serta satu lapak di Blok H dengan luas sekitar 12 meter persegi.
Sementara itu, sekitar 109.448 meter persegi area pasar berhasil diselamatkan dari kobaran api. Total luas keseluruhan kawasan Pasar Sandang Tegal Gubug diperkirakan mencapai sekitar 110.000 meter persegi.
Petugas menghadapi sejumlah kendala selama proses pemadaman. Di antaranya akses jalan menuju lokasi yang relatif sempit, tidak tersedianya hidran sebagai sumber air, serta lalu lalang warga di sekitar area kebakaran.
Meski menghadapi berbagai hambatan, petugas bersama unsur gabungan berhasil mengendalikan api sehingga kebakaran tidak meluas ke blok pasar lainnya.
Selain personel Damkar, proses pemadaman juga melibatkan warga sekitar, Kapolsek Arjawinangun beserta anggota, personel Koramil Arjawinangun, serta Kepala Bidang Kegawatdaruratan dan anggota BPBD Kabupaten Cirebon.