Provinsi Pasundan - Bagian II

Kamis 30-07-2026,17:30 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Tatang Rusmanta

Diskusi kecil dengan Kang Alwy terjadi sebulan kemudian ketika mengembalikan novel yang pernah memutus kawat-kawat diplomatik dengan Inggris tersebut.

BACA JUGA:Pedagang Pasar Kanoman Resah Jelang Revitalisasi, Khawatir Dibebani Biaya Pindah ke Pasar Darurat

Ada yang menarik. Tidak sebagaimana misalnya saat mendiskusikan Langit Makin Mendung-nya Ki Panji Kusmin, Ayat-Ayat Setan justru membawa pada perbincangan identitas. 

The Satanic Verses kami baca sebagai novel tentang manusia-manusia kompleks—manusia yang hidup di antara berbagai dunia dan mengalami kesulitan ketika dipaksa masuk ke dalam satu kategori identitas.

Migrasi dan kolonialisme telah membuat batas-batas antara yang satu dengan yang lain menjadi tidak sederhana.

Sebuah identitas, yang bagi Rushdie terus bergerak, berubah, dan senantiasa dinegosiasikan, mengandung banyak lapisan sekaligus.

BACA JUGA:Sengketa Proyek GTC Cirebon: Pengadilan Tinggi Bandung Tolak Banding Frans Simanjuntak

To be born again, first you have to die. Sebuah pesawat Bostan meledak di atas Selat Inggris. Gibreel dan Saladin yang jatuh dari langit selamat secara ajaib.

Namun keduanya mengalami transformasi yang mengubah hubungan dengan tubuh dan identitas masing-masing.

Gibreel Farishta, seorang aktor terkenal karena sering memainkan peran dewa dalam film-film Bollywood, mengalami serangkaian visi dan mimpi.

Batas antara kepribadian dan figur-figur yang diperankan menjadi kabur. Kehidupan nyata dan dunia imajinasi keagamaannya saling koyak. 

Identitas sang aktor menjadi problematis: apakah ia hanya memainkan peran, atau perlahan-lahan mulai menjadi sosok yang diperankannya.

Gibreel mengalami ketegangan antara manusia dan figur ilahiah, antara aktor dan karakter, antara realitas dan imajinasi. Sampai saat ia mulai mengidentifikasi diri sebagai sosok malaikat.

Rushdie menggunakan pengalaman tersebut untuk menunjukkan bahwa identitas dapat berubah ketika seseorang terlalu lama hidup di antara berbagai peran dan dunia simbolik. 

Ketegangan berbeda dialami Saladin Chamcha. Ia menolak disebut India. Dengan tinggal di Inggris, bekerja sebagai aktor suara dengan aksen UK yang sempurna, dan berusaha menjauh dari asal-usul India, Saladin merasa telah menjadi “Inggris” sejati.

Namun setelah kecelakaan pesawat dan mengalami perubahan fisik menyerupai iblis, Saladin ditangkap polisi Inggris dan diperlakukan sebagai makhluk asing.

Kategori :