"Ini merupakan capaian besar dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Eman.
Menurut dia, program tersebut memberikan dampak nyata terhadap penurunan backlog Rutilahu di Majalengka.
Dari sebelumnya diperkirakan mencapai sekitar 11 ribu unit, kini tersisa sekitar 6 ribu hingga 7 ribu unit yang masih membutuhkan penanganan.
Setelah memprioritaskan penyediaan rumah layak huni pada 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka kini mulai menyiapkan arah pembangunan berikutnya.
BACA JUGA:Pemkab Cirebon Percepat Penanganan 12 Ribu Rutilahu Jadi Rumah Layak Huni
Pada tahun anggaran mendatang, bantuan keuangan desa direncanakan dialihkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar desa, terutama jalan lingkungan dan gang permukiman.
"Kalau tahun ini difokuskan untuk Rutilahu, maka tahun depan bantuan keuangan desa akan kita arahkan untuk pembangunan infrastruktur desa, khususnya jalan lingkungan dan gang," tambahnya.
Dalam skema yang disiapkan pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menangani pembangunan jalan desa, Pemerintah Kabupaten Majalengka tetap berfokus pada jalan kabupaten, sedangkan bantuan keuangan desa dari APBD akan digunakan untuk membangun jalan lingkungan.
"Setiap desa direncanakan memperoleh alokasi sekitar Rp100 juta untuk mendukung pembangunan infrastruktur tersebut," tambahnya.
Bupati Eman optimistis pembagian peran antarpemerintah tersebut akan mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
"Dengan konsep pembangunan yang saling mendukung ini, kami optimistis persoalan infrastruktur dasar di desa dapat diselesaikan secara bertahap sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya optimis.
BACA JUGA:Wakil Walikota Cirebon Serap Aspirasi Warga Kalijaga, Perbaikan Jalan dan Rutilahu Jadi Prioritas
Program Rutilahu 2026 menjadi salah satu program sosial terbesar yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, program ini tidak hanya menghadirkan ribuan rumah layak huni, tetapi juga menjadi fondasi bagi percepatan pembangunan desa menuju Majalengka yang semakin maju, sejahtera, dan Langkung SAE. (ono)