Peralatan tersebut terdiri atas 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, dan 49 mesin bor.
Peralatan tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan di lapangan apabila terjadi kondisi yang membutuhkan tambahan pasokan air atau pengerjaan sumber air baru.
Pemerintah juga melakukan pendataan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Langkah tersebut diperlukan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
BACA JUGA:El Nino Ancam Pertanian Majalengka, Bupati Eman Suherman Ungkap Solusi Selamatkan Sawah Petani
Selain kesiapan infrastruktur dan peralatan, masyarakat juga didorong untuk memahami langkah-langkah adaptasi dalam menghadapi musim kemarau.
Kementerian PU tidak hanya fokus pada penyediaan sumber air, tetapi juga mendorong penggunaan air secara lebih efisien, khususnya di sektor pertanian.
Salah satu langkah yang didorong adalah penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA).
Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu petani mengurangi penggunaan air tanpa mengabaikan kebutuhan tanaman. Efisiensi pemanfaatan air menjadi semakin penting ketika pasokan air mengalami tekanan akibat musim kemarau.
Dody menegaskan, pembangunan dan pengelolaan infrastruktur sumber daya air memiliki peran besar dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” ujar Dody.
Selain mengoptimalkan infrastruktur yang sudah tersedia, Kementerian PU terus mempercepat pembangunan berbagai sarana pengelolaan air.
BACA JUGA:Tak Tidur Demi Dapat Air, Kisah Petani Indramayu Melawan El Nino Godzilla
Pembangunan tersebut mencakup bendungan, jaringan irigasi, jaringan irigasi air tanah (JIAT), hingga sumur bor.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan air nasional. Dengan infrastruktur yang semakin memadai, pemerintah diharapkan memiliki kapasitas lebih besar dalam menghadapi perubahan pola musim dan ancaman kekeringan.
Saat ini, Kementerian PU memiliki 240 bendungan dengan total kapasitas tampung mencapai 7,89 miliar meter kubik.
Selain bendungan, terdapat pula 601 situ dan danau dengan volume tampungan mencapai 135,59 miliar meter kubik.