RADARCIREBON.COM – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Cirebon terus memperluas manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Tidak hanya melalui pemberian santunan, tetapi juga lewat pemberdayaan ekonomi bagi keluarga peserta.
Bersama Bank Syariah Indonesia (BSI), BPJS Ketenagakerjaan menggelar pelatihan kewirausahaan dalam Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) di The Luxton Hotel Cirebon, Senin (3/8/2026).
Kegiatan yang mengusung semangat meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga pekerja tersebut dihadiri Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag, Regional CEO Bandung BSI Fitria Ekayani, Funding & Transaction Business Deputy Regional Bandung BSI Nasori, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat Deny Yusyulian, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cirebon Zainal Abidin.
BACA JUGA:Rumah Febrie Adriansyah Digeledah Kejagung, Dokumen Diduga Terkait TPPU Disita
BACA JUGA:Bisakah Mariano Peralta Debut di Laga Kontra Persija Jakarta? Simak Faktanya Disini
Melalui program ini, sebanyak 80 ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) di Kabupaten Cirebon mendapatkan pelatihan usaha peternakan ayam petelur sebagai bekal untuk membangun usaha yang berkelanjutan.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Deny Yusyulian, mengatakan paradigma penyelenggaraan jaminan sosial kini tidak lagi sekadar memberikan santunan kepada peserta atau ahli waris.
Menurutnya, keberhasilan program juga diukur dari kemampuan penerima manfaat untuk kembali bangkit, mandiri, serta memiliki penghasilan setelah menghadapi risiko kehilangan tulang punggung keluarga.
"Melalui Program PEKA, kami ingin memastikan perlindungan tidak berhenti saat santunan diberikan. Kami ingin manfaat itu berlanjut melalui peningkatan kapasitas sehingga ahli waris mampu membangun usaha dan menciptakan masa depan yang lebih baik," ujarnya.
BACA JUGA:Perkuat Mutu Pendidikan dan Riset, SMA Islam Al Azhar 5 Cirebon Teken MoU dengan FMIPA UGM
Deny menjelaskan, pelatihan peternakan telur dipilih karena memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan serta peluang pasar yang terus terbuka.
Harapannya, peserta tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga berkembang menjadi pelaku usaha yang mampu menyerap tenaga kerja.
"Kami berharap lahir wirausahawan-wirausahawan baru dari program ini sehingga ekonomi keluarga penerima manfaat bisa tumbuh dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat," katanya.
Kolaborasi BSI Dorong Akses Permodalan