CIREBON, RADARCIREBON.COM - Mendapatkan laporan terkait belum dimulainya pembangunan gedung rumah singgah dua lantai tahap II di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cirebon, Wakil Walikota Hj Siti Farida Rosmawati SPdI Rabu siang (5/8/2026) menggelar kunjungan ke Dinsos.
Wawali melihat langsung kondisi rumah singgah yang belum bisa difungsikan karena masih menunggap pembangunan tahap kedua. Terlihat atap gedung lantai I sudah ambrol dan kondisi memprihatinkan akibat gedung lantai 2 belum dibangun.
Wakil Walikota Siti Farida Rosmawati menjelaskan kehadirannya ke Dinsos sebenarnya dalam rangka menindaklanjuti informasi yang masuk bahwasannya gedung rumah singgah di Dinsos belum difungsikan, setelah dilihat langsung ternyata memang belum difungsikan karena pembangunan tahap kedua belum dilakukan.
Berdasarkan penjelasan dinsos, kata wanita yang akrab disapa Rida, tahun anggaran 2026 sudah dialokasikan anggaran pembangunan tahap kedua gedung rumah singgah, dan anggarannya sekitar Rp 800 juta, namun sampai dengan sekarang belum ada tanda-tanda dimulai pembangunan.
BACA JUGA:Bermasalah Sejak 2024, Oknum Sekuriti RSD Gunung Jati Diberhentikan Secara Tidak Hormat
“Info dari dinsos, sudah ada alokasi Rp800 juta untuk pembangunan fisik rumah singgah , dan anggarannya di Dinas PUTR tapi belum ada tanda tanda akan dibangun,” kata Rida.
Rida berharap kalau memang pagu anggaran sudah dipasang, Dinas PUTR bisa segera merealisasikan, mengingatkan kebutuhan rumah singgah bagi Kota Cirebon sangat dibutuhkan.
Beragai persoalan sosial di Kota Cirebon kedepan semakin komplek, untuk itu teman teman dinsos perlu difasilitasi tempat bagi tuna wisma atau ODGJ dalam bentuk rumah singgah, sehingga teman teman Dinsos benar benar bisa lebih maksimal dalam melakukan rehabilitasi sosial.
Tidak hanya itu, Rida juga menyampaikan ternyata pembangunan tahap I rumah singgah yang dibangun Dinas PUTR, sampai dengan sekarang belum diserahterimakan ke Dinsos, sehingga dinsos hingga sekarang belum berani mefungsikan rumah singgah tersebut.
BACA JUGA:Viral Koperasi Desa di Tengah Hutan Gunung Ciremai, Kuwu Cikaracak Bongkar Fakta Sebenarnya
“Gedung ini ternyata belum diserahterimakan ke Dinsos dari Dinas PUTR, makanya gedungnya khususnya plafon sudah ambrol,” terangnya.
Kabid Rehabilitasi Sosial, Hermawan AP didepan Wakil Walikota menjelaskan, status rumah singgah ini sebenarnya masih dibawah Dinas PUTRE karena sampai sekarang belum diserahterimakan ke Dinsos, oleh karenanya plafon plafonya sudah ambrol.
“Sampai sekarang dari PUTR belum menyerahkan ke kami (Dinsos),” ujar Hermawan.
Hermawan juga menyampaikan bahwasannya APBD tahun 2026 sebenarnya dialokasikan anggaran sebesar Rp 800 juta untuk pembangunan tahap kedua gedung Rumah Singgah, dan anggarannya ada di dinas PUTR. Hanya saja sampai dengan sekarang belum ada tanda-tanda pembangunan tahap kedua akan dimulai.
“Sampai sekarang belum ada tanda tanda, padahal Dinsos butuh sekali rumah singgah untuk penangana berbagai persoalan sosial di Kota Cirebon, terutama orang-orang terlantar,” pungkasnya. (abd)