Salah satu bagian penting dari proses Proklamasi adalah keputusan mengenai siapa yang akan menandatangani naskah tersebut.
Pada awalnya terdapat gagasan agar seluruh tokoh yang hadir ikut menandatangani naskah.
Namun, golongan muda mengusulkan agar naskah cukup ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia.
Usulan tersebut kemudian diterima.
Kalimat “Atas Nama Bangsa Indonesia” memiliki makna yang sangat penting. Proklamasi tidak ditempatkan sebagai pernyataan milik kelompok tertentu, melainkan sebagai pernyataan bangsa Indonesia.
Dengan demikian, tanda tangan Soekarno dan Hatta menjadi simbol bahwa keduanya bertindak mewakili bangsa dalam menyatakan kemerdekaan.
7. Soekarno Membacakan Proklamasi, Hatta Mendampingi
Puncak dari seluruh rangkaian tersebut terjadi pada pagi 17 Agustus 1945.
Di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, masyarakat dan sejumlah tokoh berkumpul untuk menyaksikan pembacaan Proklamasi.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Soekarno membacakan teks Proklamasi. Mohammad Hatta berada di sampingnya.
Momen tersebut berlangsung sederhana. Tidak ada seremoni kenegaraan dengan fasilitas besar seperti yang biasa terlihat dalam acara kenegaraan modern.
Namun, kesederhanaan itu justru menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia. Dari sebuah halaman rumah, pernyataan kemerdekaan disampaikan kepada rakyat.
Setelah pembacaan Proklamasi, bendera Merah Putih dikibarkan. Lagu Indonesia Raya juga berkumandang dan menambah suasana haru pada momen bersejarah tersebut.
Pembacaan Proklamasi menjadi penanda bahwa Indonesia menyatakan dirinya sebagai bangsa yang merdeka.
8. Peran Keduanya Berlanjut Setelah Proklamasi
Peran Soekarno dan Hatta tidak berakhir setelah Proklamasi dibacakan.