Menurut Linda, penguatan sektor pembibitan menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun usaha peternakan yang berkelanjutan dan memiliki daya saing.
“Pembibitan yang tangguh akan berdampak pada terwujudnya usaha budidaya berdaya saing di masyarakat yang bermuara pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani peternak,” kata Linda, Rabu 19 Agustus 2026.
Jenis Sapi Disesuaikan dengan Potensi Daerah
Pemprov Jabar tidak menyamaratakan jenis bibit sapi yang disalurkan. Pemilihan rumpun disesuaikan dengan potensi dan karakteristik wilayah penerima.
Untuk kelompok peternak di Pangandaran dan Sumedang, bibit yang diberikan merupakan sapi Peranakan Ongole (PO).
Sementara untuk kelompok peternak di Ciamis, bantuan berupa Sapi Pasundan, salah satu rumpun sapi lokal yang menjadi kekayaan sumber daya genetik ternak Jabar.
Penyesuaian jenis sapi dengan karakteristik wilayah tersebut diharapkan dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengembangan ternak sekaligus menjaga keberadaan plasma nutfah ternak lokal.
Penerima Bantuan Melewati Verifikasi
Bantuan bibit sapi tersebut tidak diberikan secara sembarangan. Setiap calon penerima terlebih dahulu melewati proses seleksi administratif dan verifikasi lapangan.
Berdasarkan Berita Acara Hasil Verifikasi Kelompok Peternak tertanggal 27 Juli 2026, ketiga kelompok dinyatakan memenuhi persyaratan untuk menerima bantuan.
Kelompok Tirta Mulya dan Karya Mekar I masing-masing memperoleh nilai kelayakan 72,5, sedangkan Kelompok Mekar Mandiri meraih nilai 62,0.
Proses verifikasi tersebut mencakup kesiapan sarana dan prasarana peternakan, termasuk kondisi kandang serta ketersediaan dan potensi sumber daya pakan.
Hal itu menjadi faktor penting untuk memastikan bibit sapi yang diberikan dapat dipelihara secara optimal, berkembang biak, dan memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok peternak.
Melalui penyaluran 24 bibit sapi tersebut, Pemprov Jabar berharap produktivitas peternakan masyarakat terus meningkat. (*)