CIREBON, RADARCIREBON.COM- Fakultas Pendidikan dan Sains (FPS) UGJ Cirebon Resmi Lepas 132 Mahasiswa Unud mengikuti Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 Tahun Akademik 2026/2027. Pelepasan digelar Jumat (21/8/2026) di Kampus 2 UGJ Jalan Perjuangan.
Mengusung tema "Mewujudkan Calon Guru Profesional melalui Praktik Pembelajaran Inovatif, Reflektif, dan Berbasis Deep Learning di Era Digital" hadir langsung Wakil Rektor I Dr Surya Amami Pramuditya, S.Si., M.Si, Dekan FPS Dr Endang Herawan MM.
Dekan FPS UGJ, Endang Herawan Mengatakan, pelepasan PLP 2 ini diikuti 132 mahasiswa FPS tahun akademik 2026/2027.
Dari 132 mahasiswa dari Fakultas Pendidikan dan Sains UGJ berpartisipasi dalam program PLP 2 tahun ini. Para mahasiswa akan disebar ke 30 sekolah yang terdiri atas 10 Sekolah Dasar (SD), 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 18 Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK).
BACA JUGA:ASN Cirebon Bersiap! Kenaikan Pangkat Bakal Otomatis, Ini yang Berubah Mulai Oktober
Endang menambahkan, mereka akan ditempatkan di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka, dengan potensi pengembangan ke Kabupaten Indramayu pada masa mendatang.
“Program ini diawali dengan proses identifikasi oleh masing-masing program studi untuk memastikan mahasiswa telah memenuhi syarat administrasi,” ujarnya.
setelah itu, kata Endang, Dilanjutkan dengan pembekalan intensif selama empat hari yang melibatkan instruktur serta dosen pembimbing lapangan dari 30 sekolah mitra. Para mahasiswa dijadwalkan mulai menerjunkan diri ke sekolah penempatan untuk melaksanakan praktik pada hari Senin mendatang.
UGJ, kata Endang, menyampaikan apresiasi atas diraihnya akreditasi unggul yang merupakan hasil kerja keras serta dukungan penuh dari yayasan, pimpinan, dan mahasiswa.
BACA JUGA:Cicilan Rp18 Miliar per Tahun untuk Proyek APJ Cirebon Disorot DPRD, Ini Alasannya
Selain itu, akreditasi untuk program studi kependidikan (PPG) diperkirakan akan diumumkan pada akhir Agustus atau awal September 2026.
“Capaian ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan internal kampus, tetapi juga dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas,” tandasnya.
Sementara itu Wakil Rektor I Dr Surya Amami Pramuditya, S.Si., M.Si mengatakan, mahasiswa yang mengikuti Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 ini merupakan wujud nyata kehadiran UGJ di tengah masyarakat melalui kolaborasi strategis antara dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa guna mendukung kemajuan mutu pendidikan di sekolah-sekolah mitra.
Melalui kegiatan ini, kata Surya, mahasiswa tidak hanya membawa pengetahuan, keterampilan, gagasan, dan semangat generasi muda ke sekolah mitra, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga langsung dari guru, peserta didik, serta lingkungan sekolah. “Diharapkan, kampus dan sekolah dapat saling belajar serta membentuk ekosistem pembelajaran yang saling menguatkan,” ujarnya.
BACA JUGA:Ini Pendekatan John Herdman Bawa Anaknya Main di Liga Indonesia, Lebih dari Sekadar Transfer Biasa
Surya menyampaikan ada Tiga Fokus Utama bagi Mahasiswa PLP 2, untuk itu mahasiswa diingatkan untuk tidak hanya bertanya apa yang bisa didapatkan dari sekolah, tetapi berfokus pada kontribusi yang dapat diberikan.
Surya menekankan Terdapat tiga hal utama yang harus diterapkan oleh mahasiswa di lapangan, Pembelajaran Inovatif di Era Digital Mahasiswa dituntut menghadirkan metode pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan teknologi digital saat ini.
Pembelajaran Reflektif, Mahasiswa harus mampu merefleksikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas di lapangan, mengingat teori dan praktik di sekolah terkadang memiliki dinamika dan pergeseran tersendiri.
“Penerapan E-Learning (Mindful, Meaningful, dan Joyful): Mengintegrasikan konsep pembelajaran digital yang penuh kesadaran (mindful), bermakna (meaningful), serta menyenangkan (joyful),” ujarnya.
BACA JUGA:Ari Prasetyo Calon Tunggal Ketua Kadin Kabupaten Cirebon, Ini Jadwal Mukab
Program PLP 2, kata Surya, memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke sekolah dan menghadapi berbagai tantangan nyata di bidang pendidikan, baik yang datang dari aspek guru, kebijakan, maupun karakteristik siswa.