Beragamnya formasi tersebut menunjukkan bahwa pelayanan jemaah haji membutuhkan petugas dengan kemampuan yang berbeda-beda.
Tidak hanya berkaitan dengan urusan ibadah, petugas juga dibutuhkan untuk memastikan kebutuhan akomodasi, konsumsi, transportasi, informasi hingga pelayanan kelompok jemaah yang membutuhkan perhatian khusus.
Jadwal Seleksi PPIH Arab Saudi 2027
Calon peserta perlu memperhatikan jadwal seleksi karena tahapan pendaftaran berlangsung cukup singkat.
Berikut jadwal lengkap seleksi PPIH Arab Saudi 2027:
- 23 Agustus 2026: pengumuman seleksi PPIH;
- 25 Agustus 2026: pendaftaran peserta dimulai;
- 31 Agustus 2026: batas akhir pengunggahan dokumen;
- 2 September 2026: batas akhir verifikasi dokumen oleh operator Siskohat;
- 5 September 2026: pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT);
- 6 September 2026: pengumuman hasil CAT;
- 7 September 2026: pengumuman pelaksanaan Medical Check Up (MCU);
- 8–13 September 2026: pelaksanaan MCU;
- 9–18 September 2026: verifikasi dan validasi hasil MCU;
- 19 September 2026: pengumuman hasil MCU;
- 20 September 2026: pengumuman peserta diklat.
BACA JUGA:DP Haji 2027 Indonesia Rp66 Miliar Diblokir Saudi, Ternyata Ini Penyebabnya
Dengan jadwal tersebut, calon peserta sebaiknya tidak menunggu hingga hari terakhir untuk mengunggah dokumen.
Kesalahan atau ketidaklengkapan berkas berpotensi menghambat proses verifikasi administrasi.
Syarat Umum Pendaftaran
Secara umum, calon peserta PPIH Arab Saudi 2027 harus memenuhi sejumlah ketentuan. Persyaratan tersebut antara lain:
- Warga Negara Indonesia;
- beragama Islam;
- sehat jasmani dan rohani;
- bagi perempuan, tidak dalam keadaan hamil;
- pelamar perempuan yang telah berkeluarga wajib memiliki izin suami;
- memiliki komitmen penuh dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji;
- mempunyai integritas, kredibilitas dan rekam jejak yang baik;
- tidak sedang berstatus tersangka dalam proses hukum pidana;
- memiliki identitas kependudukan yang sah;
- memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan aktif;
- mampu mengoperasikan komputer maupun aplikasi gawai berbasis Android atau iOS;
- diutamakan mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Arab dan/atau bahasa Inggris;
- PPIH Arab Saudi maupun PPIH Kloter tidak sedang menjalani tugas belajar.
Bagi ASN dan karyawan, sejak awal pendaftaran juga diwajibkan menyertakan bukti tertulis dari pimpinan tertinggi bidang sumber daya manusia pada instansi atau kantor asal. Penerbitan izin tersebut menjadi tanggung jawab instansi masing-masing.
Selain itu, pasangan suami istri tidak diperbolehkan bertugas sebagai PPIH Kloter, PPIH Arab Saudi, Pendukung PPIH Arab Saudi, maupun PHD pada tahun yang sama.
Syarat Khusus Sesuai Formasi
Selain persyaratan umum, terdapat ketentuan khusus berdasarkan posisi yang dilamar.
BACA JUGA:Kemenhaj Buka Seleksi Petugas Haji 2027, Pendaftaran Mulai 20 Agustus: Ini Syaratnya
Untuk pelaksana pelayanan akomodasi, konsumsi dan transportasi, calon peserta harus berusia minimal 25 tahun dan maksimal 55 tahun ketika melakukan pendaftaran.