PHILLIP ISLAND - Ban depan baru dengan permukaan asimetris yang dipasok Bridgestone untuk balapan GP Australia dimaksudkan untuk meningkatkan keamanan bagi para rider. Tapi tak mudah bagi pembalap untuk beradaptasi dengan ban yang satu sisinya lebih lunak dari sisi lainnya itu. Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha) mengalami kecelakaan di sesi latihan kedua kemarin (17/10), meski menjadi yang tercepat dengan catatan waktu terbaik. Roda depan motor Lorenzo tergelincir saat melakukan pengereman di hairpin tikungan empat (T4) dengan kecepatan cukup tinggi. Insiden terjadi lima menit sebelum penutupan sesi. Waktu tercepatnya 1 menit 29.602 detik di awal sesi latihan kedua tak mampu dikejar pembalap lainnya. \"Aku sama sekali tidak menduga bakal kecelakaan. Aku mengerem di titik dan tekanan yang sama dengan lap-lap sebelumnya. Tapi tiba-tiba tanpa ada pertanda apapun, ban depanku tergelincir,\" ungkap juara dunia dua kali tersebut. Akibat terseret di permukaan aspal, baju balap Lorenzo terkoyak parah. Tapi tubuhnya tidak cedera. \"Selama sepersepuluh detik aku terseret di gravel. Kecelakaan yang lumayan parah, tapi beruntung tidak terlalu keras untuk membuatku cedera. Bajuku rusak parah, tapi aku baik-baik saja, dan itu hal yang paling penting,\" katanya. Lorenzo berpendapat, ban depan asimetris terlalu keras untuk kondisi cuaca dingin seperti di Phillip Island kemarin. Dalam kondisi suhu dingin, ban depan extra soft lebih baik. Tapi jika hari ini atau balapan besok temperaturnya lebih panas, ban asimetris akan berfungsi dengan baik. Lorenzo adalah salah satu rider yang diundang Bridgestone untuk menjajal ban asimetris tersebut di Phillip Island, awal tahun ini. Karenanya, dia memiliki referensi lebih banyak untuk membandingkan ban baru tersebut dengan jenis lainnya di tes tersebut. \"Ini (ban yang kami pakai) adalah kombinasi yang pernah kami pakai saat tes dulu. Beberapa di antara opsi yang ditawarkan satu detik lebih pelan daripada balapan tahun lalu. Tapi di akhir simulasi yang lebih lama, ban mengalami kerusakan parah. Karena itu pula, Bridgestone memberikan ban (belakang) dengan profil lebih keras dari yang paling keras tahun lalu. Makanya, hasilnya lebih lambat sekitar satu detik (dari tahun lalu),\" tandasnya. Tak hanya Lorenzo yang tersungkur di sesi latihan kedua kemarin. Empat rider lain juga mengalami masalah serupa dengan ban depan asimetris. Pol Espargaro (Tech 3-Yamaha) dan Hiroshi Aoyama (Aspar-Honda) tersungkur di tikungan yang sama dengan Lorenzo. Sedangkan Andrea Dovizioso (Ducati) dan Andrea Iannone (Pramac-Ducati) jatuh di Tikungan 10. Juara dunia Marc Marquez, yang finis kedua di sesi latihan sore mengakui, masalah terbesar adalah beradaptasi dengan ban baru. Khususnya ban belakang dengan profil lebih keras dari tahun lalu. \"Masalah terbesar bagi semua rider adalah minimnya cengkeraman ban belakang,\" ungkapnya. \"Kami sudah menyesuaikan set-up motor dari ban normal yang bisa dipakai sepanjang musim dan sekarang Bridgestone malah mengganti ban untuk balapan (GP Australia) ini. Mereka menawarkan ban yang lebih aman, tapi terlalu keras, khususnya sisi sebelah kiri,\" paparnya. Menurut juara dunia dua kali tersebut, ban tahun lalu lebih baik. Namun bisa dimengerti jika Bridgestone memikirkan keamanan rider. \"Aku berbicara dengan Dani (Pedrosa) tentang uji coba musim dingin (dimana Marquez absen karena cedera) dan dia bilang ada beberapa ban yang lebih baik dan konsisten (dibanding dengan ban baru). Tapi akhirnya Bridgestone memberi kami ban yang lebih aman,\" tandasnya. Tahun lalu, aspal sirkuit Phillip Island yang masih baru, dengan mudah menggerus permukaan ban. Hal itu memaksa FIM mengurangi jumlah lap yang harus diselesaikan para rider dari 27 menjadi 19. Dan di pertengahan lomba, tepatnya lap 10, mereka diwajibkan mengganti ban demi keamanan. Nah, saat itu Marquez secara tidak sadar baru mengganti bannya di lap 11. Itu membuatnya terkena bendera hitam yang berarti didiskualifikasi dari lomba dan gagal meraih poin. Untuk menghindari balapan yang membingungkan seperti tahun lalu, Bridgestone memberikan ban belakang dengan profil lebih keras. Dampaknya adalah cengkeraman ban berkurang signifikan. Dampaknya, diprediksi, balapan bakal berlangsung lebih lambat dari tahun lalu. (cak)
Lebih Pelan Karena Ban
Sabtu 18-10-2014,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,03:02 WIB
BMKG Rilis Posisi Hilal Syawal 1447 H, Idulfitri Diprediksi 21 Maret 2026
Kamis 12-03-2026,08:39 WIB
Program Gentengisasi Jatiwangi Resmi Dimulai, Maruarar Sirait Lepas 14 Truk Genteng Senilai Rp3 Miliar
Kamis 12-03-2026,05:01 WIB
Kuota Mudik Gratis Jabar Masih Ada! 1.012 Kursi Tersisa, Cek Rute dan Jadwalnya
Kamis 12-03-2026,04:01 WIB
BGN Hentikan Operasional 1.512 SPPG di Jawa, Ini Daftar Provinsi Terdampak
Kamis 12-03-2026,13:46 WIB
Kebakaran di Gunungjati Cirebon, Diduga Anak Main Petasan di Dalam Rumah
Terkini
Jumat 13-03-2026,02:31 WIB
Berbagi di Bulan Ramadan, DPD PAN Kota Cirebon Ajak Anak Yatim Buka Puasa Bersama
Jumat 13-03-2026,02:01 WIB
Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panas, BBWS Cimancis Siapkan Pompa hingga Drone Penyiram Air
Kamis 12-03-2026,22:26 WIB
Polres Cirebon Kota Gelar Apel Operasi Ketupat Lodaya 2026, Siap Amankan Mudik dan Lebaran
Kamis 12-03-2026,22:14 WIB
Puting Beliung Terjang 2 Desa di Suranenggala, Bupati Imron Pastikan Bantuan dan Perbaikan Sekolah
Kamis 12-03-2026,21:22 WIB