RADARCIREBON.COM - Gunung Merapi dilaporkan mengalami erupsi yang disertai luncuran awan panas hingga sejauh 2.000 meter ke arah barat daya pada Jum'at malam pukul 21:22 WIB.
Mengutip informasi yang dimuat di situs resmi Polresta Sleman, status aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada di Level IIl atau Siaga.
Pada status ini, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih mengancam sejumlah sektor di sekitar Merapi.
Potensi bahaya tersebut berada di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong dengan jarak maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan jarak maksimal 7 km.
BACA JUGA:Ratusan Pengguna MAXi Yamaha Ramaikan MAXi Day 2026 di Palu, Berhadiahkan 1 Unit NMAX
BACA JUGA:Selama Agustus, UPT PJU Dishub Kota Cirebon Perbaiki 189 Titik Lampu Rusak
Sementara itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa awan panas guguran yang terjadi meluncur sejauh sekitar 2 kilometer ke arah barat daya.
"Estimasi jarak luncur 2.000 meter dengan amplitudo maks
87,74 mm durasi 116,97 detik mengarah ke barat daya (hulu
Kali Sat/Putih)," tulis BPPTKG.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada, menjauhi kawasan bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi, serta mengikuti seluruh rekomendasi dan informasi resmi dari pihak berwenang.