BACA JUGA:BPS Tegaskan Desil Bukan Penanda Orang Kaya atau Miskin, Ini Cara Membacanya
Dari sisi negara asal barang, Tiongkok menjadi pemasok impor nonmigas terbesar Jawa Barat. Nilainya mencapai USD 2,78 miliar atau menyumbang 42,14 persen.
Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 788,98 juta atau 11,99 persen. Berikutnya Korea Selatan dengan nilai USD 779,07 juta atau 11,84 persen.
Berdasarkan golongan penggunaan barang, impor barang konsumsi selama Januari-Juli 2026 meningkat 5,73 persen.
Sebaliknya, impor bahan baku atau penolong turun 1,04 persen, sedangkan barang modal mengalami penurunan lebih besar, yakni 9,84 persen.
Dengan ekspor yang mencapai USD 23,58 miliar dan impor USD 6,95 miliar, Jawa Barat berhasil mempertahankan posisi surplus perdagangan yang cukup besar hingga pertengahan 2026. (*)