Apabila setelah terpapar abu seseorang mengalami gangguan pernapasan, sesak napas, nyeri dada, iritasi mata, gangguan kulit atau gejala berat lainnya, segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Kewaspadaan menjadi kunci dalam menghadapi dampak abu vulkanik.
Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus membatasi paparan, menggunakan perlindungan yang sesuai dan mengikuti informasi resmi pemerintah terkait perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau.