Ketika memori tidak mencukupi, Windows dapat menggunakan paging file untuk membantu memenuhi kebutuhan memori. Karena sebagian data harus berpindah antara RAM dan storage, aktivitas paging yang tinggi dapat memengaruhi respons sistem.
3. Aplikasi Sering Tidak Responsif
Pesan seperti "Not Responding" dapat muncul ketika aplikasi sedang sibuk atau tidak segera merespons. Namun, kondisi ini tidak otomatis menunjukkan masalah pada RAM.
Saat aplikasi tidak merespons, periksa juga penggunaan CPU, Memory, dan Disk melalui Task Manager.
Pemantauan beberapa sumber daya tersebut dapat membantu pengguna mencari penyebab PC berjalan lambat.
4. Mengetik atau Membuka Folder Terasa Tertunda
Pada beban kerja tertentu, komputer yang kekurangan sumber daya dapat terasa tidak responsif bahkan ketika menjalankan aktivitas sederhana.
Misalnya, teks yang diketik terlambat muncul atau folder membutuhkan waktu lebih lama untuk dibuka.
Jika kejadian tersebut hanya sesekali, belum tentu penyebabnya adalah RAM. Namun, jika kondisi terus muncul ketika komputer menjalankan banyak aplikasi, pengguna perlu memeriksa penggunaan memori.
Cara Mengecek Apakah RAM Hampir Penuh di Windows
Sebelum mengeluarkan uang untuk membeli komponen baru, pengguna Windows dapat melakukan pemeriksaan sederhana melalui Task Manager.
Tekan Ctrl + Shift + Esc untuk membuka Task Manager. Setelah terbuka, masuk ke bagian Performance, kemudian pilih Memory.
Di bagian tersebut, pengguna dapat melihat kapasitas RAM yang terpasang serta jumlah memori yang sedang digunakan.
Jangan langsung menyimpulkan RAM bermasalah hanya karena penggunaan memori sempat mencapai 80 persen atau lebih.
Windows menggunakan memori untuk berbagai kebutuhan sistem. Karena itu, yang lebih penting adalah melihat pola penggunaan RAM saat menjalankan pekerjaan sehari-hari.
Jika penggunaan RAM sering berada di level tinggi bersamaan dengan komputer yang mulai tersendat, sementara pekerjaan memang membutuhkan banyak aplikasi secara bersamaan, upgrade RAM dapat menjadi pilihan.