Pemkab Kuningan Gelar Salat Istisqa, Hadapi Kekeringan dan Ancaman Kebakaran

Selasa 22-09-2026,10:30 WIB
Reporter : Agus Sugiarto
Editor : Tatang Rusmanta

BACA JUGA:6 Trik Sederhana Bikin Meja Kerja Lebih Segar dan Mood Tetap Terjaga

Masyarakat tetap harus melakukan berbagai langkah nyata untuk menjaga ketersediaan air dan lingkungan.

Beberapa hal yang ditekankan antara lain:

  1. Menghemat penggunaan air di tengah kondisi kemarau.
  2. Menjaga sungai dan mata air agar tetap berfungsi dengan baik.
  3. Memperkuat penghijauan di lingkungan masing-masing.
  4. Menanam dan merawat pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Salat Istisqa ini jangan berhenti pada doa, tetapi harus diikuti ikhtiar menjaga lingkungan dan sumber daya air,” tegas Dian.

BACA JUGA:Stadion Si Jalak Harupat Bandung Dipakai ASEAN Cup 2026, Begini Kondisi Terbarunya

Pemkab Kuningan Distribusikan Air Bersih

Di tengah kekeringan yang melanda sejumlah wilayah, Pemkab Kuningan juga melakukan penanganan secara langsung melalui distribusi air bersih ke daerah terdampak.

Penanganan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, BUMD, BPBD, Perumda Air Minum, TNI, Polri, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.

BACA JUGA:Anggaran Desa Terbatas, DPRD Jabar Minta Pemdes Rajawetan Susun Prioritas Pembangunan

Selain kekeringan, kondisi cuaca kering juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. 

Sejumlah kejadian kebakaran dilaporkan terjadi di wilayah Garawangi, Cikananga, dan Tambakbaya.

Menurut Dian, penanganan kebakaran dapat dilakukan dengan cepat berkat kerja sama antara petugas dan masyarakat.

“Di samping kekeringan juga kita antisipasi akibat dari kemarau panjang ini, kebakaran,” tuturnya.

Salat Istisqa Jadi Momentum Perkuat Kepedulian

Dian berharap pelaksanaan Salat Istisqa tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. 

Kategori :