Daftar Wilayah Berstatus Kekeringan Meteorologis Awas pada September 2026

Kamis 24-09-2026,06:03 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Moh Junaedi

JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah Indonesia pada Dasarian III September 2026.

Peringatan tersebut menunjukkan adanya sejumlah daerah yang mengalami kondisi kekeringan meteorologis kategori “awas”.

Status ini menjadi salah satu level peringatan tertinggi yang digunakan BMKG untuk menggambarkan kondisi kekurangan curah hujan yang berlangsung cukup panjang dan berada jauh di bawah kondisi normal.

BACA JUGA:BMKG Ungkap Prediksi Musim Hujan 2026-2027: 61 Persen Wilayah Datang Lebih Lambat

Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan melalui akun Instagram resminya, sejumlah wilayah masuk dalam kategori tersebut.

Daerah yang terdampak tersebar di berbagai pulau, mulai dari Bali, Banten, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Kondisi serupa juga terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan, seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Peringatan kekeringan kategori awas turut mencakup Gorontalo, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, serta Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain itu, wilayah Papua Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, serta Sumatera Selatan juga masuk dalam daftar wilayah yang perlu mewaspadai kondisi kekeringan.

BACA JUGA:Peringatan Cuaca BMKG 23 September 2026: Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai Sejumlah Wilayah

BMKG mencatat sekitar 81 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena periode kemarau dapat meningkatkan risiko kekurangan air, terutama di daerah yang mengalami curah hujan jauh di bawah normal.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengelola penggunaan air secara bijak.

Penghematan air menjadi salah satu langkah penting untuk mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah.

Kategori :