Namun, tidak ada satu rumus primbon yang berlaku untuk semua keperluan.
Perhitungan dapat berbeda berdasarkan tujuan, sumber primbon, maupun tradisi daerah yang digunakan.
Karena itu, hasil perhitungan weton perlu dilihat berdasarkan rumus dan sumber yang digunakan, bukan sekadar angka akhirnya.
Contoh Membaca Weton Secara Tradisional
Sebagai contoh, seseorang memiliki weton Kamis Legi.
• Neptu Kamis = 8
• Neptu Legi = 5
Total neptunya:
8 + 5 = 13
Dalam tradisi primbon, angka 13 tersebut kemudian dapat dimasukkan ke dalam rumus tertentu sesuai tujuan perhitungan.
Jika seseorang ingin melihat peruntungan pribadi, misalnya, sumber primbon tertentu dapat memberikan makna berdasarkan pembagian atau kelompok angka tertentu.
Sementara itu, jika perhitungannya bertujuan mengetahui kecocokan pasangan, rumus yang digunakan dapat berbeda.
Artinya, angka neptu menjadi dasar perhitungan, sedangkan cara membaca hasilnya bergantung pada tradisi dan tujuan yang digunakan.
Weton untuk Melihat Karakter
Dalam sejumlah tradisi Jawa, weton juga digunakan untuk menggambarkan sifat atau kecenderungan kepribadian seseorang.
Seseorang dengan jumlah neptu tertentu, misalnya, dapat dianggap memiliki karakter lebih tenang, mudah bergaul, rajin bekerja, atau memiliki kecenderungan sifat lainnya.