BACA JUGA:Kenali 3 Tanda Kekurangan Biotin, Rambut Rontok hingga Tubuh Lemas
BACA JUGA:Dua Gempa Guncang Sumba dan Aceh dalam Selang 42 Menit, Begini Penjelasan Ahli
Di pasar domestik Indonesia, harga emas Antam berada di level sekitar Rp2.595.000 per gram per September 2026.
Kondisi tersebut membuat emas tetap menjadi salah satu instrumen yang menarik untuk dipertimbangkan, terutama bagi investor yang memiliki tujuan investasi jangka menengah dan panjang.
Berikut beberapa bentuk dan instrumen investasi emas yang dapat menjadi pilihan:
1. Emas Fisik Batangan: Jangka Panjang dan Konservatif
BACA JUGA:Pendapatan Pajak Daerah Kota Cirebon Baru Rp229,67 Miliar hingga Oktober 2026
BACA JUGA:Kasus Curanmor Terungkap, Polsek Kapetakan Lacak Maling Motor Berbekal Sinyal GPS
Emas fisik batangan cocok bagi investor dengan profil risiko konservatif yang mengutamakan keamanan dan stabilitas nilai aset.
Alokasi ideal yang disebutkan dalam naskah berada di kisaran 10–15 persen dari total portofolio.
Salah satu keunggulan emas fisik adalah bentuknya yang berwujud sehingga tidak bergantung pada sistem digital atau rekening untuk menyimpan aset tersebut.
2. Tabungan Emas dan Emas Digital: Moderat dan Fleksibel
Tabungan emas dan emas digital dapat menjadi pilihan bagi investor pemula atau masyarakat yang memiliki modal awal terbatas.
Keunggulannya, investasi dapat dimulai dari pecahan gram yang sangat kecil.
Transaksi juga lebih fleksibel dan dapat dilakukan secara online maupun offline melalui platform resmi.
Sebagai contoh, terdapat layanan Tabungan Emas Pegadaian melalui aplikasi Tring! serta aplikasi investasi digital seperti Treasury.